Ekonomi Dan BisnisKuliner

Bandeng Kuah Gomyang Siap Jadi Oleh-Oleh Khas Baru Indramayu

9
×

Bandeng Kuah Gomyang Siap Jadi Oleh-Oleh Khas Baru Indramayu

Sebarkan artikel ini

Indramayu, Warganet – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggandeng IPB University untuk mendiseminasikan inovasi produk Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch.

 

Kegiatan tersebut digelar sebagai respons terhadap kebutuhan para pembudidaya, pengolah, dan pelaku UMKM perikanan di Indramayu agar komoditas bandeng tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk modern yang praktis, higienis, bercita rasa lokal, dan memiliki daya saing yang lebih luas.

 

Kolaborasi ini melibatkan Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University sebagai mitra riset melalui Program EQUITY DAPT 2025/2026. Program tersebut bertujuan membawa hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan inovasi produk bernilai ekonomi tinggi bagi Kabupaten Indramayu.

 

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa IPB University yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Indramayu. Didampingi dosen IPB University sekaligus putra daerah Indramayu, Dr. Gatot Yulianto, para mahasiswa turut berkontribusi memetakan potensi dan persoalan ekonomi masyarakat pesisir.

 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menegaskan potensi besar sektor perikanan di daerahnya harus didorong melalui hilirisasi, mulai dari inovasi pengolahan, standardisasi mutu, pengemasan hingga strategi pemasaran.

 

Sementara itu, Ketua Tim Kegiatan IPB University, Bambang Riyanto, menjelaskan inovasi bandeng kuah gomyang instan dikembangkan sebagai model hilirisasi sederhana yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM.

 

“Program ini berangkat langsung dari potensi unggulan Indramayu. Bandeng sebagai komoditas lokal perlu naik kelas menjadi produk siap saji khas daerah yang aman, menarik, praktis, dan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

 

Dalam sesi diseminasi, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai penerapan Good Hygiene Practices, pemilihan bahan baku bandeng segar, teknik pencabutan duri, formulasi bumbu kuah gomyang khas Indramayu, pengendalian mutu, hingga penggunaan kemasan aluminium foil pouch dengan sistem vacuum packaging, pemeriksaan seal, proses pemanasan, pelabelan, dan manajemen penyimpanan.

 

Produk bandeng cabut duri rasa kuah gomyang dalam kemasan pouch dinilai strategis karena memadukan bahan baku lokal, cita rasa khas pesisir, dan teknologi pengemasan modern. Produk ini diproyeksikan mampu menembus pasar pusat oleh-oleh, jaringan koperasi, ritel lokal, pameran UMKM, marketplace, hingga segmen pangan siap saji (ready-to-eat).

 

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama IPB University berharap diseminasi ini menjadi langkah awal penguatan ekosistem inovasi perikanan daerah. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan mutu, penguatan kemasan, serta tertib administrasi produksi, produk bandeng khas Indramayu diharapkan berkembang menjadi identitas pangan lokal baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan UMKM pesisir.