Pertanian

Panen 10 Ton Padi di Tengah Jakarta, Urban Farming Ujung Menteng Buktikan Lahan Kota Tetap Produktif

3
×

Panen 10 Ton Padi di Tengah Jakarta, Urban Farming Ujung Menteng Buktikan Lahan Kota Tetap Produktif

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Lahan perkotaan di Jakarta Timur kembali membuktikan potensinya sebagai sumber pangan. Kawasan Urban Farming Bali Lestari di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, berhasil memanen sekitar 10 ton gabah dari tanaman padi varietas Ciherang yang dibudidayakan di lahan seluas 2,5 hektare.

 

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan di kawasan perkotaan mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026), panen padi dilakukan setelah masa tanam sekitar tiga bulan. Selain padi, kelompok tani setempat juga berhasil memanen jagung pakan ternak dengan hasil sekitar 2,5 ton dari lahan seluas satu hektare.

 

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan hasil panen ini menunjukkan lahan di wilayah perkotaan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan komoditas pangan.

 

“Alhamdulillah setelah sekitar tiga bulan kita bisa melaksanakan panen padi. Lahan padi sekitar 2,5 hektare dan diperkirakan menghasilkan sekitar 10 ton gabah,” ujar Munjirin.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif Kelompok Tani Bali Lestari yang mengelola lahan secara produktif. Model urban farming seperti ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan.

 

Munjirin juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan maupun lahan kosong di lingkungan masing-masing untuk ditanami tanaman pangan yang bermanfaat dan dapat dikonsumsi sehari-hari.

 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bali Lestari, Sulis, mengaku bersyukur musim tanam perdana mampu menghasilkan panen yang maksimal. Ia memastikan kelompok tani akan terus mengembangkan budidaya tanaman pangan sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan pangan di Jakarta Timur.

 

Hasil panen padi nantinya akan dipasarkan, sedangkan jagung yang dipanen dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan perkotaan menjadi kawasan pertanian produktif yang bernilai ekonomi.