PertanianTeknologi

Panen Bayam Brazil di Tengah Kota, Begini Cara Teknologi Sipbervina Bekerja

3
×

Panen Bayam Brazil di Tengah Kota, Begini Cara Teknologi Sipbervina Bekerja

Sebarkan artikel ini

Jakarta Barat, Warganet – Warga Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, berhasil memanen sekitar 5 kilogram bayam Brazil berkat penerapan teknologi irigasi Sipbervina dari Balai Teknik Irigasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Inovasi ini memungkinkan budidaya tanaman di lahan sempit dengan sistem pengairan yang hemat air tanpa bergantung pada listrik.

 

Teknologi Sipbervina bekerja dengan menyalurkan air melalui pipa berpori yang ditanam secara vertikal di media tanam. Cara ini menjaga kelembapan tanah tetap stabil sehingga tanaman memperoleh pasokan air secara efisien tanpa menggunakan pompa maupun listrik, menjadikannya cocok diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Rabu (5/8/2026), panen simbolis dilakukan bersama jajaran Kelurahan Jelambar dan Balai Teknik Irigasi Kementerian PU di Taman Seruni, Jalan Hemat I RT 05 RW 03, Jelambar.

 

Kepala Balai Teknik Irigasi Kementerian PU, Deri Irawan, mengatakan panen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan perkotaan melalui penerapan teknologi Sipbervina.

 

> “Semoga masyarakat Kelurahan Jelambar dapat menyerap ilmu Sipbervina dan mereplikasi sistem ini di rumah masing-masing sebagai upaya mendorong ketahanan pangan di wilayah perkotaan,” ujarnya.

 

Selain panen bersama, warga juga mendapat pelatihan mengenai pemasangan dan penggunaan sistem irigasi Sipbervina. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan agar masyarakat mampu membudidayakan tanaman pangan secara mandiri di pekarangan rumah.

 

Sementara itu, Lurah Jelambar Pradista Machdala Putra mengapresiasi kolaborasi dengan Balai Teknik Irigasi Kementerian PU. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tepat guna tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan keterampilan warga dalam bercocok tanam di lingkungan perkotaan.

 

“Kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau,” pungkasnya.