Purbalingga, Warganet – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif membagikan 126 pasang sepatu baru kepada siswa sekolah dasar di Karangjambu melalui gerakan “Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan”.
Kisah perjuangan Zahra Ahira (12), siswi kelas VI SDN 1 Sanguwatang yang setiap hari berjalan kaki sekitar 30 menit melintasi perbukitan menuju sekolah sejak ayahnya meninggal dunia, menjadi salah satu latar belakang lahirnya gerakan tersebut. Kondisi serupa juga dialami Arman Maulana yang setiap hari berjalan sekitar tiga kilometer melewati hutan pinus dan pematang sawah dengan sepatu yang telah rusak.
Dikutip dari pemberitaan di situs resmi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (20/7/2026), seluruh pendanaan program tersebut berasal dari kantong pribadi Bupati Purbalingga, menggunakan gaji dan tunjangannya.
“Jangan pernah berkecil hati. Selalu yakin, dengan semangat tinggi dan kerja keras cita-cita adik-adik bisa tercapai,” ujar Fahmi saat menyemangati para siswa.
Ia menegaskan, bantuan sepatu itu menjadi simbol bahwa tidak boleh ada anak yang putus asa hanya karena keterbatasan ekonomi.
Gerakan “Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan” juga menjadi jembatan menuju Program Purbalingga Gotong Royong yang akan mulai bergulir pada Oktober 2026. Program tersebut akan menyasar bantuan perlengkapan sekolah, renovasi rumah tidak layak huni, hingga sanitasi.
Kepala SDN 1 Sanguwatang, Nunung Nur Happy, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Selain menerima sepatu baru yang meningkatkan rasa percaya diri para siswa, Arman Maulana juga memperoleh beasiswa khusus dari Bupati Purbalingga.
Bagi anak-anak Karangjambu, sepasang sepatu baru bukan sekadar alas kaki, tetapi menjadi simbol harapan untuk terus melangkah mengejar pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.






