Pendidikan

SMA Negeri 14 Palembang Buka SPMB 2026/2027 dengan Kuota 360 Siswa dan Seleksi Berbasis Online Transparan

1
×

SMA Negeri 14 Palembang Buka SPMB 2026/2027 dengan Kuota 360 Siswa dan Seleksi Berbasis Online Transparan

Sebarkan artikel ini

Warganet – SMA Negeri 14 Palembang kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan total kuota penerimaan sebanyak 360 siswa. Penerimaan ini menjadi kesempatan bagi lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas.

Pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan non-diskriminatif. Proses seleksi dilakukan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.

Wakil Kepala Humas SMA Negeri 14 Palembang, Heprin Nopriandi, S.Pd mengatakan kuota penerimaan siswa baru tahun ini mengalami penyesuaian sesuai ketentuan yang diterima sekolah.

“Berdasarkan angka yang kami terima, kuotanya sekitar 310 siswa. Jadi kurang lebih total penerimaan mencapai 360 siswa. Untuk satu kelas berisi sekitar 56 siswa, karena terdapat 10 rombongan belajar (rombel),” ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem penerimaan disesuaikan dengan kapasitas rombongan belajar yang tersedia di sekolah.

“Kalau hanya empat rombel diterapkan di sini kemungkinan cukup sulit. Umumnya penerimaan dilakukan dengan lima rombel,” katanya.

Pihak sekolah, lanjut Heprin, telah melakukan sosialisasi secara menyeluruh bersama pihak provinsi agar masyarakat memahami mekanisme dan persyaratan penerimaan murid baru.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dari tingkat provinsi, kemudian diteruskan kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT. Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme penerimaan yang berlaku,” jelasnya.

Selain sosialisasi, SMA Negeri 14 Palembang juga terus mempersiapkan sistem pembinaan dan evaluasi bagi siswa agar proses pendidikan berjalan optimal.

“Ke depan, siswa-siswa yang sudah menempuh pendidikan di sini akan terus dievaluasi terkait perkembangan dan kesiapannya. Kami juga melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pendidikan,” bebernya.

Menurutnya, seluruh mekanisme penerimaan ini sudah diatur berdasarkan keputusan dan ketentuan yang berlaku. “Kami berharap tidak ada lagi pihak, termasuk orang tua siswa, yang memaksakan anaknya harus diterima di sekolah tertentu apabila kuota sudah tidak mencukupi,” sambungnya.

Persaingan dalam penerimaan memang cukup ketat. Namun apabila ada calon siswa yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan, maka hal tersebut dianggap sebagai kelalaian dari pihak yang bersangkutan, bukan karena sekolah tidak menerima mereka.

Oleh sebab itu, pihak sekolah sejak jauh hari telah menyosialisasikan seluruh tahapan penerimaan, mulai dari jadwal pendaftaran, pengumuman, hingga daftar ulang agar masyarakat tidak ketinggalan informasi.

“Untuk pengumuman hasil seleksi sendiri dijadwalkan pada 6 Juni, kemudian dilanjutkan dengan proses daftar ulang dalam beberapa hari setelahnya. Seluruh proses kini juga dilakukan secara online sehingga lebih mudah dipantau masyarakat dibandingkan harus datang langsung ke sekolah,” bebernya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka layanan informasi bagi para orang tua yang datang untuk menanyakan proses dan tahapan penerimaan siswa baru. (Mira)