Salatiga, Warganet – Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir dari sekadar “makan kenyang” menjadi “makan sehat” melalui penerapan Pola Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Edukasi mengenai pola konsumsi pangan B2SA digelar di Aula Kecamatan Sidomukti pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, serta Camat Sidomukti, Agus Wibowo.
Melalui website resmi Pemerintah Kota Salatiga dijelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga dan penguatan ketahanan pangan.
Camat Sidomukti, Agus Wibowo, mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan TP PKK yang telah menyelenggarakan kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, edukasi B2SA menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi anak serta pentingnya membangun ketahanan pangan keluarga.
Dalam kesempatan itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melalui Lucia Sri Winarni Susilowati menyampaikan, berdasarkan data tahun 2025, skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Salatiga mencapai 92,73. Sementara konsumsi energi masyarakat tercatat sebesar 1.924 kkal per kapita per hari atau 91,61 persen dari Angka Kecukupan Energi (AKE) ideal sebesar 2.100 kkal per kapita per hari.
Berdasarkan capaian tersebut, masyarakat didorong untuk menerapkan pola konsumsi B2SA, mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).
Melalui penerapan pola makan yang lebih sehat, pemerintah berharap dapat terwujud keluarga yang sehat, mandiri, serta generasi yang berkualitas dengan dukungan ketahanan pangan yang semakin kuat.







