Nasional

Tak Lagi Sekadar Ramalan Hujan dan Cerah, BMKG Kini Hadirkan Prediksi Dampak Cuaca Berbasis Risiko Bencana

2
×

Tak Lagi Sekadar Ramalan Hujan dan Cerah, BMKG Kini Hadirkan Prediksi Dampak Cuaca Berbasis Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini

Bandung, Warganet – BMKG prediksi dampak cuaca menjadi pendekatan baru dalam sistem peringatan dini di Indonesia. Sistem ini tidak lagi hanya menyajikan informasi cuaca seperti hujan atau cerah, tetapi juga menjelaskan risiko yang mungkin terjadi akibat kondisi tersebut melalui metode Impact-Based Forecasting (IBF).

Perubahan ini dilakukan karena meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Informasi cuaca yang selama ini hanya bersifat umum dinilai belum cukup membantu masyarakat dalam mengambil keputusan cepat saat kondisi ekstrem terjadi.

BMKG prediksi dampak cuaca juga membantu pemerintah daerah dan berbagai sektor penting seperti transportasi, pertanian, energi, hingga penanggulangan bencana. Dengan informasi yang lebih detail, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampak besar terjadi di lapangan.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan bahwa perubahan ini adalah bagian dari transformasi besar layanan meteorologi nasional.

“Sekarang kita tidak hanya menyampaikan cuaca, tetapi juga dampaknya dan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Melalui IBF, BMKG menyusun informasi hingga tingkat wilayah kecil seperti desa atau kelurahan. Sistem ini juga dilengkapi prakiraan jangka menengah hingga 10 hari ke depan serta nowcasting yang diperbarui dalam hitungan menit menggunakan data radar cuaca dan model numerik atmosfer.

Teknologi kecerdasan buatan juga digunakan untuk mempercepat analisis data sehingga informasi BMKG prediksi dampak cuaca dapat diterima lebih cepat dan akurat oleh masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di seluruh Indonesia.(***)