Jakarta, Warganet – Warga RW 07 Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, berhasil menjaga lingkungannya dari aksi tawuran remaja selama tiga pekan setelah memasang sembilan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik rawan.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, pemasangan CCTV dilakukan warga sebagai upaya mengantisipasi aksi tawuran sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
Ketua RW 07 Kelurahan Taman Sari, Ruslan Abdul Gani, mengatakan tawuran remaja sebelumnya menjadi persoalan yang cukup sering terjadi di wilayah tersebut. Bahkan, aksi tawuran rata-rata terjadi satu kali dalam sepekan.
“Tawurannya biasa terjadi antara remaja di lingkungan kami dengan anak-anak dari luar lingkungan. Makanya semenjak terpilih ketua RW, salah satu program kami berupaya mengentaskan tawuran remaja,” ujar Ruslan, Senin (10/8/2026).
Menurut Ruslan, pemasangan CCTV mulai dilakukan sejak pertengahan Juli 2026. Kamera tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan dan digunakan untuk memantau pergerakan remaja dari luar wilayah yang berpotensi memicu tawuran.
“Begitu ada pergerakan dari luar yang terpantau CCTV, langsung diantisipasi. Alhamdulillah, sejak dipasang CCTV sekitar tiga pekan lalu, wilayah kami zero tawuran,” katanya.
Sistem keamanan tersebut tidak hanya mengandalkan kamera pengawas. Petugas keamanan RW juga disiagakan untuk melakukan penghalauan apabila terdapat potensi tawuran. Portal permukiman dapat ditutup ketika situasi dianggap berisiko.
Pemantauan CCTV dilakukan secara bergilir oleh pengurus RT dan RW melalui server yang berada di Kantor RW. Dengan sistem tersebut, pergerakan yang dianggap mencurigakan dapat segera diketahui dan diantisipasi.
Selain mencegah tawuran, CCTV juga dimanfaatkan untuk memantau potensi tindak kriminal lainnya, seperti pencurian kendaraan bermotor dan peredaran narkoba.
Ruslan mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah kamera pengawas hingga 16 titik pada akhir 2026. Secara bertahap, jumlah tersebut ditargetkan mencapai 20 titik.
“Target kita nantinya kalau bisa sampai 20 titik CCTV. Untuk monitoring, kita terapkan sistem piket secara bergilir mengawasi server yang ada di Kantor RW,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Taman Sari Abdul Malik Raharusun mengapresiasi inisiatif warga yang memasang CCTV secara swadaya.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi RW lain dalam meningkatkan keamanan sekaligus kualitas lingkungan. Pemerintah kelurahan berharap inisiatif serupa dapat berkembang tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga untuk menyelesaikan persoalan lingkungan lainnya.
“Kami berharap ini menjadi contoh dan motivasi bagi RW lain untuk berupaya meningkatkan kualitas lingkungan mereka. Tidak hanya di bidang keamanan, kami berharap ke depan juga bisa mengentaskan persoalan sampah,” tandasnya.






