Prabumulih, Warganet – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mengembangkan tiga sumur infill baru di wilayah kerja Pertamina EP Limau Field dan Adera Field, Sumatera Selatan. Keberhasilan tersebut menjadi tambahan modal penting bagi perusahaan untuk mengejar target produksi migas sepanjang 2026 sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Tiga sumur infill yang berhasil dikembangkan, yakni KRG-042 di Kota Prabumulih serta DWA-071 dan BNG-081 di Kabupaten PALI, memiliki potensi produksi gabungan lebih dari 1.400 barel minyak per hari (BOPD) dan lebih dari 4 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Melansir siaran pers Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Rabu (5/8/2026), pengeboran sumur infill menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam mengoptimalkan potensi migas di lapangan yang telah berproduksi. Metode ini dinilai memiliki tingkat ketidakpastian lebih rendah dibandingkan metode pengeboran lainnya.
“Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya untuk terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature,” ujar Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 4 Reza Nur Ardianto.
Sumur KRG-042 di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, dikembangkan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP). Setelah dibor selama 25 hari, sumur tersebut mencatat potensi produksi awal sebesar 777 BOPD berdasarkan hasil uji alir pada 16 Juli 2026.
Sementara itu, sumur DWA-071 di Struktur Dewa, Kabupaten PALI, menjadi sumur pengembangan pertama di wilayah tersebut dalam lebih dari enam tahun. Didukung data survei 3D Seismik IDAMAN, sumur ini menunjukkan potensi produksi 375,84 BOPD minyak dan 0,196 MMSCFD gas.
Adapun sumur BNG-081 di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, berhasil dikembangkan melalui pemanfaatan data 3D Seismik Karbela. Hasil uji alir awal pada 20 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi mencapai 264,4 BOPD minyak dan 3,064 MMSCFD gas.
Pjs. General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan, hingga akhir Juli 2026 pihaknya telah menyelesaikan 40 sumur pengembangan. Capaian tersebut menjadi langkah penting untuk memenuhi target penyelesaian 83 sumur hingga akhir tahun.
“Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung asta cita presiden untuk ketahanan energi dan terbukti kita senantiasa pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi melalui sumur infill drilling di area wilayah kerja,” kata Luthfi.
Hingga akhir 2026, PHR Zona 4 menargetkan produksi minyak sebesar 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD. Perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai melalui pengembangan sumur-sumur baru dan optimalisasi lapangan migas yang telah ada.






