Migas

Pertamina Ungkap Strategi Besar Kurangi Impor, dari Kilang hingga Bioetanol

4
×

Pertamina Ungkap Strategi Besar Kurangi Impor, dari Kilang hingga Bioetanol

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan strategi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kilang, pengembangan biofuel, hingga pembangunan fasilitas bioetanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Strategi tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, saat melakukan kunjungan kerja ke Fuel Terminal (FT) Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). Selain meninjau kesiapan operasional, Oki memastikan keandalan infrastruktur distribusi energi agar penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan aman dan andal.

Dalam kesempatan itu, Oki menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, komunikasi, dan mitigasi risiko untuk menjaga keandalan operasional perusahaan. Menurutnya, setiap potensi kendala di lapangan harus direspons secara cepat melalui kolaborasi antar fungsi.

“Kalau ada persoalan serupa, mohon segera disampaikan kepada kami. Yang terpenting kita semua tetap waspada terhadap potensi masalah seperti itu. Mari kita bersama-sama mengambil langkah antisipasi sejak dini,” ujar Oki.

Ia menjelaskan, dalam skala yang lebih besar Pertamina terus menjalankan berbagai langkah strategis guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Upaya tersebut meliputi peningkatan kapasitas kilang, pemanfaatan used cooking oil sebagai bahan baku, pengembangan bioetanol berbasis produk samping pabrik gula, pembangunan fasilitas bioetanol baru, hingga reaktivasi pabrik bioetanol di Lampung.

Menurut Oki, berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi energi domestik sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Meski demikian, sejumlah inisiatif tersebut masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu menekan ketergantungan terhadap impor energi nasional.

Selain membahas strategi ketahanan energi, Oki juga berdiskusi bersama jajaran manajemen dan pekerja FT Ujung Berung mengenai keandalan operasi, pengelolaan Awak Mobil Tangki (AMT), serta upaya menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Barat.

Ia turut mengapresiasi seluruh tim operasional yang terus memastikan distribusi energi kepada masyarakat berjalan tanpa hambatan.

“Saya mengapresiasi seluruh tim yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional dan terus memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan andal,” katanya.

Sementara itu, Pjs Region Manager Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Barat (JBB), Rifa Amrullah, memastikan stok seluruh produk energi di wilayah JBB, termasuk di Fuel Terminal Ujung Berung, berada dalam kondisi aman. Menurutnya, keandalan infrastruktur distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran pasokan energi kepada masyarakat.

“Kami terus memastikan keandalan pola suplai dan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di wilayah JBB dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rifa. (*)