Pariwisata

36 Ton Sampah per Hari! Pemkab Aceh Barat Ajak Warga Ubah Kebiasaan di Pantai

6
×

36 Ton Sampah per Hari! Pemkab Aceh Barat Ajak Warga Ubah Kebiasaan di Pantai

Sebarkan artikel ini

Meulaboh, Warganet – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat terus menggalakkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan gotong royong rutin. Kali ini, aksi bersih-bersih dipusatkan di kawasan wisata Pantai Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (31/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan destinasi wisata.

 

Melansir rilis resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST., MT., MH, didampingi Asisten II Ruswaidi dan Asisten III Safrizal. Gotong royong diikuti para kepala perangkat daerah bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN) dengan fokus membersihkan kawasan pesisir, area wisata, kafe, hingga sepanjang garis Pantai Suak Ribe.

 

Plt Sekda Aceh Barat, Dr. Kurdi, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan kawasan wisata.

 

“Kita berharap tumbuh kesadaran masyarakat maupun para pengunjung untuk ikut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang garis pantai. Hari ini seluruh ASN juga hadir untuk mengedukasi diri sendiri sekaligus memberi contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Dari hasil pembersihan, sampah plastik seperti botol minuman dan kemasan makanan ringan menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan. Selain itu, petugas juga mengumpulkan sampah organik berupa daun, pelepah kelapa, dan ranting pohon yang berasal dari vegetasi di sekitar kawasan pantai.

 

Kurdi mengungkapkan, timbulan sampah di Kabupaten Aceh Barat pada hari biasa mencapai sekitar 36 ton per hari. Khusus di kawasan pesisir, sebagian sampah bukan hanya berasal dari aktivitas pengunjung, tetapi juga merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dan terdampar di sepanjang garis pantai.

 

Setiap pelaksanaan gotong royong tematik pada hari Jumat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan dua armada pengangkut sampah dengan kapasitas sekitar 4 hingga 6 meter kubik per armada atau total sekitar 8 meter kubik sampah yang dapat diangkut.

 

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar mengangkut sampah, melainkan membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan wisata.