Bantul, Warganet – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Nanyang Technological University (NTU) Singapura memasang lima unit sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Soropadan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Pemasangan panel surya ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pasokan listrik ramah lingkungan untuk mendukung penerangan serta operasional pompa air.
Melalui berita yang diterbitkan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 29 Juli 2026, program tersebut merupakan bagian dari ASEAN-NTU-UGM Summer School 2026 bertajuk Advancing Sustainable City Through Community Empowerment and Appropriate Technology in Yogyakarta, Indonesia. Dalam program ini, mahasiswa dari sembilan negara ASEAN melaksanakan aksi nyata pengabdian kepada masyarakat dengan memasang lima unit PLTS.
Peserta Summer School berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Laos. Mereka didampingi dosen dari UGM, NTU Singapura, serta perwakilan perguruan tinggi mitra di kawasan ASEAN.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng. dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM, mengatakan para peserta bersama masyarakat melakukan perakitan dan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar Photovoltaic/Solar PV).
> “Para peserta juga berdiskusi dengan warga mengenai potensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi penyediaan energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” kata Akmal dalam keterangan yang dikirim wartawan, Rabu (29/7).
Akmal menambahkan, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sumber energi mandiri yang lebih hemat biaya sekaligus mendukung operasional sarana air bersih bagi masyarakat.
> “Keberadaan instalasi PLTS juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Selain memberikan manfaat teknis, program ini juga menjadi sarana mempererat hubungan akademik dan diplomasi budaya di antara mahasiswa ASEAN melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif mengenai pembangunan berkelanjutan.
Akmal menjelaskan program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.
> “Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, tim UGM bersama pengurus setempat akan melakukan pendampingan dan pemantauan berkala terhadap performa sistem PLTS agar instalasi dapat beroperasi secara optimal. Kawasan Kretek juga direncanakan menjadi lokasi percontohan (pilot project) pengabdian masyarakat berbasis energi bersih yang akan dimanfaatkan dalam penyelenggaraan program Summer School maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM pada tahun-tahun mendatang.
Kolaborasi UGM dan NTU Singapura ini menunjukkan sinergi perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan berkelanjutan.







