OKU Selatan, Warganet – Tujuh kepala desa bersama masyarakat di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati OKU Selatan atas respons cepat yang diberikan pasca ambrolnya oprit Jembatan Teriti akibat diterjang banjir pada Mei 2026 lalu.
Peristiwa tersebut sempat mengakibatkan terputusnya akses transportasi utama yang menghubungkan tujuh desa, yakni Desa Sinar Marga, Desa Air Baru, Desa Kota Baru, Desa Bunut, Desa Galang Tinggi, Desa Sri Menanti, dan Desa Sukaraja.
Terputusnya akses jalan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Biaya angkut mengalami peningkatan, sementara harga jual hasil panen di tingkat petani cenderung menurun akibat kendala transportasi.
Menyikapi kondisi tersebut, tujuh kepala desa bersama masyarakat yang terdampak bencana bergotong royong membangun jembatan darurat sementara.
Jembatan tersebut dibangun menggunakan batang pohon kelapa sebagai tiang penyangga dan lantai penyeberangan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati OKU Selatan, Abusama, yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga turun langsung meninjau lokasi bencana guna melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak.
Berkat kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat, akses yang sebelumnya terputus kini dapat kembali digunakan meskipun masih terbatas untuk kendaraan dengan kapasitas kecil.
Berdasarkan keterangan tujuh kepala desa, mereka juga telah melakukan dialog langsung dengan Bupati OKU Selatan di ruang rapat Pemerintah Kabupaten.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala desa menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan masyarakat terkait percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan oprit Jembatan Teriti secara permanen, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di tujuh desa.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya pembangunan sarana tanggap darurat yang lebih memadai, karena jembatan sementara yang ada saat ini hanya dapat dilintasi kendaraan dengan muatan ringan.
” Sementara kebutuhan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermuatan besar masih belum dapat melintasi jembatan darurat yang ada saat ini,” ujar perwakilan kepala desa.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, telah merespons berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi masyarakat. Dalam waktu dekat, pembangunan sarana tanggap darurat dengan kapasitas yang lebih besar direncanakan akan segera direalisasikan.
Sementara itu, pembangunan permanen oprit Jembatan Teriti juga telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap pemantapan, baik dari sisi perencanaan teknis maupun administrasi, sebagai persiapan pelaksanaan pembangunan permanen oprit Jembatan Teriti di Desa Air Baru.
Para kepala desa berharap seluruh tahapan yang sedang dipersiapkan dapat segera terealisasi sehingga akses transportasi masyarakat kembali normal dan aktivitas perekonomian di wilayah Mekakau Ilir dapat berjalan lebih optimal.(SR)






