Warganet – Di unggahan akun Instagram @clevault.id, Kamis (11/6), dibagikan kisah heroik perenang Armenia, Shavarsh Karapetyan, yang rela mengorbankan karier olahraganya demi menyelamatkan puluhan nyawa.
Pada usia 23 tahun, Karapetyan merupakan juara dunia renang yang memiliki masa depan gemilang.
Namun pada 16 September 1976, saat sedang berlari pagi di tepi Danau Yerevan, Armenia, ia menyaksikan sebuah bus yang membawa 92 penumpang kehilangan kendali dan terjun ke dalam danau.
Tanpa ragu, Karapetyan langsung terjun ke air yang gelap dan tercemar. Ia memecahkan kaca bus dengan kakinya, lalu berulang kali menyelam untuk mengevakuasi para penumpang yang terjebak di dalam kendaraan yang tenggelam tersebut.
Aksi penyelamatan itu dilakukan dengan menyelam puluhan kali bolak-balik hingga berhasil menyelamatkan sekitar 20 orang.
Keberaniannya membuat banyak nyawa terselamatkan dalam peristiwa yang nyaris berakhir sebagai tragedi besar.
Namun, pengorbanan tersebut berdampak serius pada kesehatannya. Paparan air yang tercemar menyebabkan kerusakan paru-paru permanen dan mengakhiri karier olahraga yang telah membesarkan namanya.
Meski kehilangan kesempatan melanjutkan karier sebagai atlet elite, Karapetyan tidak pernah menyesali keputusannya.
Baginya, menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih penting daripada gelar juara dunia maupun rekor yang pernah diraih.
Hingga kini, kisahnya dikenang sebagai salah satu aksi kepahlawanan paling menginspirasi dalam sejarah olahraga dunia.







