Kuliner

Selangkah Lagi! Padang Kejar Status Kota Gastronomi UNESCO, Dossier Masuk Tahap Final

5
×

Selangkah Lagi! Padang Kejar Status Kota Gastronomi UNESCO, Dossier Masuk Tahap Final

Sebarkan artikel ini

Padang, Warganet – Kota Padang semakin dekat menuju ambisi menjadi Kota Gastronomi UNESCO setelah Pemerintah Kota (Pemko) Padang mematangkan dokumen pengajuan atau dossier UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi bersama Tim Dossier Pusat untuk menyempurnakan dokumen sebelum memasuki tahapan seleksi tingkat nasional, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).

 

Rapat strategis tersebut digelar sebagai tahap akhir pembahasan dan penyempurnaan dokumen dossier Gastronomy City sebelum diserahkan kepada proses seleksi nasional guna meraih kepesertaan dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN).

 

Kegiatan itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, media (ABCGM), serta sejumlah kepala OPD terkait.

 

Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura, juga memberikan masukan dalam penyempurnaan dokumen melalui pertemuan secara virtual.

 

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan penyusunan dokumen tersebut menjadi tahapan penting untuk memperkenalkan potensi dan kekayaan kuliner khas Kota Padang ke tingkat internasional. Pengajuan ini juga sejalan dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yakni “Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City”.

 

“Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dokumen,” ujar Fadly Amran.

 

Ia berharap Kota Padang dapat lolos dalam seleksi nasional dan mewujudkan cita-cita menjadi Kota Gastronomi di bawah UNESCO. Menurutnya, keberhasilan tersebut akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pada sektor kuliner, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai kegiatan.

 

“Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event,” pungkas Wali Kota.

 

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, mengapresiasi proses penyusunan dossier Kota Padang yang telah mencapai 100 persen. Namun, ia memberikan sejumlah masukan agar dokumen tersebut memiliki nilai pembeda yang kuat di mata penilai internasional.

 

Salah satu masukan yang disampaikan adalah memasukkan isu kesetaraan gender dalam dokumen, termasuk peran Bundo Kanduang dalam menjaga tradisi dan pelestarian gastronomi Minangkabau.

 

“Kami menyarankan agar isu kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran sentral Bundo Kanduang dalam tradisi dan pelestarian gastronomi Minangkabau, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri dalam penilaian,” jelas Indah.

 

Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang, Haris Satria, menyampaikan batas akhir pengumpulan dossier kepada tim penilai UCCN ditetapkan pada 28 Juli 2026. Setelah dokumen dikirimkan, Tim Dossier Pusat akan melakukan verifikasi lapangan untuk melihat langsung kesiapan potensi Kota Padang.

 

“Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar Kota Gastronomi Indonesia, lalu mengerucut menjadi enam besar. Jika semua proses berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Selanjutnya, proses akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan secara resmi ke UNESCO pada tahun 2027,” papar Haris.