Pendidikan

Selama Ini Dianggap Hiburan, Dongeng Kini Dipakai Pemkab Lampung Selatan untuk Misi Besar

4
×

Selama Ini Dianggap Hiburan, Dongeng Kini Dipakai Pemkab Lampung Selatan untuk Misi Besar

Sebarkan artikel ini

Kalianda, Warganet – Selama ini dongeng kerap dianggap hanya sebagai hiburan bagi anak-anak. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melihat dongeng sebagai media edukasi yang memiliki peran penting dalam memperkuat budaya literasi dan membangun karakter generasi muda.

 

Melalui kerja sama strategis dengan Komunitas Kampung Dongeng Lampung Selatan, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan gerakan literasi berbasis dongeng untuk memperluas akses pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Selatan, Darmawan, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026).

 

Rencana kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan minat baca, pendidikan karakter, serta program edukatif yang berkelanjutan.

 

Darmawan menegaskan, setiap bentuk kerja sama antarlembaga harus diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan hukum sebelum dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

 

“Untuk membangun Lampung Selatan, khususnya dalam bidang perpustakaan dan Kampung Dongeng, seyogianya kita melakukan MoU terlebih dahulu, baru kemudian PKS. Kita harus bekerja secara efisien dan efektif. Kerja sama ini juga dapat melibatkan perangkat daerah lain agar manfaatnya semakin luas,” ujar Darmawan.

 

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, tetapi juga dapat diperluas dengan melibatkan perangkat daerah lain seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) maupun instansi terkait lainnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Feri Bastian, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kampung Dongeng akan mendukung program Belajar Membaca dan Menghitung Melalui Dongeng.

 

Program tersebut memanfaatkan aktivitas mendongeng sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak usia dini.

 

“Kami membutuhkan lebih banyak pendongeng untuk mendukung berbagai program literasi, karena kebutuhan di lapangan cukup besar. Melalui kerja sama ini kami berharap dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Selatan,” jelas Feri.

 

Feri menyebutkan, saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan baru memiliki satu pendongeng. Karena itu, kolaborasi dengan Kampung Dongeng diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan literasi kepada masyarakat.

 

Selain gerakan literasi berbasis dongeng, Pemkab Lampung Selatan juga mengembangkan inovasi Perpustakaan Keliling Wisata, yakni layanan membaca yang hadir di berbagai destinasi wisata sehingga masyarakat dapat menikmati rekreasi sekaligus memperoleh akses terhadap bahan bacaan.

 

“Konsepnya kami hadir di tempat wisata sehingga pengunjung tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga dapat mengakses bahan bacaan melalui perpustakaan keliling. Jungle Sea sendiri telah memiliki kerja sama dengan seluruh PAUD di Provinsi Lampung. Kunjungan PAUD yang rutin datang menjadi peluang menghadirkan kegiatan mendongeng di lokasi wisata,” ungkap Feri.

 

Ketua Kampung Dongeng Lampung Selatan, Retno Sri Darwati, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan, komunitas yang berdiri sejak 2019 itu lahir dari kepedulian terhadap anak-anak pascabencana tsunami.

 

Sebagai bagian dari jejaring Kampung Dongeng Indonesia, komunitas tersebut selama ini konsisten memberikan pendampingan melalui dongeng edukatif untuk membangun karakter anak sejak usia dini hingga usia sekolah.

 

“Kami berterima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah mengajak kami berkolaborasi. Kami siap mendukung kerja sama ini dengan menyiapkan para relawan pendongeng agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Lampung Selatan,” kata Retno.

 

Melalui kerja sama ini, Pemkab Lampung Selatan berharap dongeng tidak hanya menjadi hiburan, tetapi menjadi sarana pendidikan yang mampu meningkatkan budaya literasi, membangun karakter anak, serta mendukung pemberdayaan masyarakat.