Ekonomi Dan BisnisRegional

Bukan Angkot Biasa! Armada Baru di Bandung Punya AC, Wi-Fi, dan Tanpa Kejar Setoran

5
×

Bukan Angkot Biasa! Armada Baru di Bandung Punya AC, Wi-Fi, dan Tanpa Kejar Setoran

Sebarkan artikel ini

Bandung, Warganet – Layanan angkutan umum di Kota Bandung segera hadir dengan wajah baru. Sebanyak 32 armada angkot listrik yang disiapkan Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) tidak hanya menawarkan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga dilengkapi fasilitas AC, Wi-Fi, serta akan dioperasikan dengan sistem penggajian sopir sehingga tidak lagi menggunakan pola kejar setoran.

 

Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia, mengatakan seluruh armada kendaraan listrik telah tersedia dan siap digunakan untuk mengoperasikan kembali sejumlah trayek angkutan umum.

 

“Sudah tersedia. Saat ini kendaraan listrik sudah banyak pilihan, seperti Marlip, Wuling, MAB, dan berbagai produsen lainnya,” kata Budi, Selasa (28/7/2026).

 

Menurut Budi, tarif angkutan nantinya tetap mengacu pada Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bandung. Selain itu, Kopamas juga akan membenahi sistem operasional agar layanan lebih tertib, mulai dari sistem pembayaran, penjadwalan, hingga pengaturan headway atau jarak waktu antar kendaraan. Armada juga tidak diperbolehkan berhenti sembarangan atau ngetem.

 

Untuk sistem pembayaran, Kopamas mengupayakan penerapan metode non-tunai (cashless). Sebelum diberlakukan secara penuh, sistem tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat selama dua bulan.

 

Perubahan juga akan diterapkan pada sistem kerja pengemudi. Ke depan, sopir angkot akan menerima gaji sehingga tidak lagi bekerja dengan sistem kejar setoran.

 

“Kami mengupayakan sistem pembayaran cashless. Sebelum diterapkan penuh, akan ada sosialisasi selama dua bulan kepada masyarakat. Sopir juga nantinya menggunakan sistem penggajian, bukan berdasarkan kejar setoran,” ujarnya.

 

Dari sisi kenyamanan, armada angkot listrik akan dilengkapi pendingin udara (AC) dan fasilitas Wi-Fi. Selain itu, kendaraan listrik dinilai lebih senyap dan memiliki getaran yang lebih minim dibandingkan angkutan konvensional.

 

“Tentu lebih nyaman. Kendaraan dilengkapi AC dan Wi-Fi. Selain itu, kendaraan listrik tidak berisik dan getarannya lebih minim dibanding kendaraan konvensional,” jelasnya.

 

Adapun trayek yang akan kembali dilayani meliputi Stasiun Sarijadi, Stasiun Gunung Batu, Pasar Sederhana–Cimindi, serta Cibogo Atas–Halte Andir. Trayek tersebut sebelumnya berhenti beroperasi sejak 2014 karena akses jalurnya ditutup portal.

 

Budi menegaskan trayek angkutan umum tidak dapat dipindahkan secara sembarangan karena setiap rute telah ditetapkan secara resmi. Selama trayek tidak beroperasi, Kopamas mengalihkan sebagian sopir ke trayek lain sebagai sopir cadangan agar tetap dapat bekerja.