Jambi, Warganet – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memiliki cara berbeda dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Melalui Rumah BUMN Jambi, PLN menggelar pelatihan pembuatan sabun handmade bagi penyandang tunarungu sebagai bekal untuk membuka peluang usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Pelatihan bertajuk “Inklusif Berkarya: Pelatihan Pembuatan Sabun Handmade” tersebut diselenggarakan Rumah BUMN Jambi bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Jambi pada Selasa, 28 Juli 2026. Sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan dengan mempelajari proses pembuatan sabun, mulai dari mengenal bahan, mencampur adonan, hingga mencetak produk yang siap dikembangkan menjadi peluang usaha.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan Rumah BUMN tidak hanya berperan mendampingi UMKM dari sisi pemasaran dan permodalan, tetapi juga memperkuat keterampilan produksi, inovasi produk, hingga membuka akses yang lebih luas bagi kelompok penyandang disabilitas.
> “Rumah BUMN kami dorong menjadi ruang tumbuh yang inklusif bagi para pelaku UMKM, termasuk rekan-rekan penyandang disabilitas. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan membuat sabun, tetapi juga diperkenalkan pada peluang untuk mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, pembinaan Rumah BUMN merupakan bagian dari upaya PLN membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Pendampingan dilakukan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kompetensi, menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas jangkauan pemasaran.
“Kami ingin setiap peserta memiliki kesempatan yang setara untuk berkarya dan bertumbuh. Kemandirian usaha tidak terbentuk dalam satu kali pelatihan, sehingga kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan menjadi penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang nyata,” kata Diksi.
Pelatihan menghadirkan akademisi Universitas Jambi, Yernisa, S.TP., M.Si., sebagai narasumber. Peserta mempelajari karakter bahan, prinsip keamanan produksi, kualitas produk, hingga potensi pengembangan sabun handmade. Dalam sesi praktik, mereka membuat dua jenis sabun, yakni sabun padat opaque menggunakan metode cold process dan sabun padat transparan dengan metode hot process.
Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan baik, kegiatan juga didampingi juru bahasa isyarat. Pendampingan ini membantu peserta memahami penjelasan narasumber sekaligus mengikuti setiap tahapan praktik secara aktif.
Melalui kolaborasi dengan GERKATIN Jambi, Rumah BUMN Jambi berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sekaligus memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas tunarungu untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. PLN UID S2JB pun berharap keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi UMKM disabilitas yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki nilai jual.







