Sungailiat, Warganet – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga meluncurkan program Gerakan Aksi Sekolah Komunikasikan dan Edukasikan Tata Kelola Sampah (GAS KIETA) sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini di kalangan pelajar.
Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama komunitas One Day One Juz (ODOJ) wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/8/2026), di Ruang Pertemuan Parai Tenggiri Kantor Bupati Bangka.
Peluncuran GAS KIETA dilakukan oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Bangka Thony Marza serta Ketua Komunitas ODOJ wilayah Kepulauan Bangka Belitung Hj. Dini Harlina Fery Insani.
Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan, melalui GAS KIETA diharapkan seluruh warga sekolah dapat mewujudkan aksi nyata dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan sekolah, hingga lingkungan masyarakat.
Ia mengajak para siswa untuk mulai membiasakan perilaku peduli lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaannya yang terukur dan berkesinambungan,” ujar Syahbudin.
Dalam pelaksanaannya, GAS KIETA akan mengajak siswa membawa sampah plastik ke sekolah setiap hari Jumat. Sampah yang terkumpul nantinya akan dikelola dan dikumpulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk ditimbang.
Hasil pengelolaan sampah tersebut kemudian akan dimasukkan ke rekening yang disiapkan oleh sekolah. Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah, sehingga diharapkan mampu membantu meringankan beban orang tua siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Bangka Thony Marza menjelaskan, kegiatan GAS KIETA akan dilaksanakan di seluruh gugus sekolah di Kabupaten Bangka dengan melibatkan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup.
“Setiap hari Jumat akan dilakukan pembersihan lingkungan, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Program GAS KIETA ini diterapkan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bangka.
Selain edukasi pengelolaan sampah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan program ODOJ yang memberikan ruang bagi siswa untuk membiasakan membaca dan mengkaji Al-Qur’an.
Ketua ODOJ wilayah Kepulauan Bangka Belitung Hj. Dini Harlina Fery Insani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangka yang telah memberikan kesempatan bagi komunitasnya untuk berkontribusi di lingkungan pendidikan.
Melalui GAS KIETA, Pemkab Bangka berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan, lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial.






