KesehatanPendidikan

Ratusan Pelajar SD Ikut Cek Kesehatan Gratis, Pemeriksaannya Ternyata Selengkap Ini

5
×

Ratusan Pelajar SD Ikut Cek Kesehatan Gratis, Pemeriksaannya Ternyata Selengkap Ini

Sebarkan artikel ini

Jakarta Selatan, Warganet – 362 pelajar SDN Kramat Pela 07, Kecamatan Kebayoran Baru, mengikuti program cek kesehatan gratis dan imunisasi dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Tak hanya menerima vaksin, para siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari status gizi, mata, telinga, gigi, tekanan darah, anemia, hingga kesehatan jiwa.

 

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 5–6 Agustus 2026, agar seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam dapat mengikuti layanan kesehatan secara optimal. Program ini digelar oleh Puskesmas Pembantu Kelurahan Kramat Pela sebagai upaya mendeteksi kondisi kesehatan anak sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026), selain cek kesehatan, para siswa juga menerima imunisasi sesuai jenjang usia, meliputi vaksin Campak-Rubela (MR), Human Papillomavirus (HPV), Difteri Tetanus (DT), serta Tetanus Diphtheria (Td).

 

Lurah Kramat Pela, Thia Mutiara, mengatakan para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan tanpa rasa takut.

 

> “Pemeriksaannya cukup lengkap dan saya melihat anak-anak juga sangat antusias mengikutinya, tidak ada ketakutan. Semua berani untuk cek kesehatan di sini,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik. Thia juga mengimbau para orang tua untuk terus memberikan edukasi kesehatan serta menjaga kesehatan anak setelah menjalani imunisasi dan pemeriksaan.

 

Sementara itu, Kepala SDN Kramat Pela 07, Bulan Tambunan, mengatakan kegiatan ini diikuti seluruh siswa dengan total 362 anak dan dibagi dalam dua hari pelaksanaan agar prosesnya berjalan lebih optimal.

 

“Semoga kegiatan ini berdampak pada kesehatan anak-anak yang lebih baik dan berkualitas. Mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa, kesehatan mereka harus dijaga sedini mungkin, sehingga kita dapat mewujudkan anak Indonesia yang kuat, sehat dan tangguh,” tandasnya.