Peristiwa

Puncak El Niño Juli-September, Lampung Selatan Perkuat Patroli Cegah Karhutla

6
×

Puncak El Niño Juli-September, Lampung Selatan Perkuat Patroli Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan, Warganet –  Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca kering.

Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan pencegahan, deteksi dini, patroli kawasan rawan, serta memastikan kesiapan personel dan sarana penanggulangan kebakaran.

Melansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026), penguatan kesiapsiagaan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Mapolres Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan kondisi cuaca pada musim kemarau membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam apel, periode puncak El Niño diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September sehingga potensi kekeringan dan Karhutla perlu diantisipasi secara serius.

“Cuaca menuntut kewaspadaan dari kita semua. Penanganan harus dilakukan secara serius. Kita bertanggung jawab penuh untuk melindungi ketahanan pangan dan menghadapi bahaya kekeringan,” ujar Deddy.

Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas. Sistem deteksi dini perlu dioptimalkan agar setiap potensi titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Optimalisasi deteksi dini. Jangan tunggu api membesar. Setiap spot yang terdeteksi harus dilakukan pemadaman awal,” tegasnya.

Selain deteksi dini, ketersediaan sumber air menjadi perhatian dalam menghadapi Karhutla. Deddy meminta seluruh unsur terkait berkoordinasi menyiapkan sumber air alternatif, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Kita harus memastikan unsur air sebagai bahan utama dalam penyelamatan. Lakukan koordinasi dan kolaborasi untuk menyiapkan sumber air alternatif, termasuk menyiapkan mobil tangki sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Patroli terpadu juga diminta ditingkatkan di kawasan yang rawan mengalami Karhutla. Patroli diperlukan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Kesiapan armada dan kendaraan penanggulangan kebakaran turut menjadi perhatian. Seluruh sarana pendukung diminta diperiksa secara berkala sehingga berada dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

“Tingkatkan patroli terpadu ke daerah rawan. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap armada dan kendaraan agar saat dibutuhkan, seluruhnya dalam kondisi siap,” imbuhnya.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, dunia usaha hingga masyarakat.

Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dengan langkah tersebut, potensi Karhutla selama periode cuaca kering diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan tetap terjaga.