KesehatanPeristiwa

Kemenkes Bergerak ke NTT, RS Lapangan dan Dokter Spesialis Dikirim ke Lokasi Terparah

5
×

Kemenkes Bergerak ke NTT, RS Lapangan dan Dokter Spesialis Dikirim ke Lokasi Terparah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah Sakit Lapangan hingga tim dokter spesialis dikirim ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak paling berat untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, langkah tersebut dilakukan setelah gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT, yakni Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di sembilan titik. Aktivasi ini terdiri atas satu HEOC tingkat pusat/provinsi dan delapan HEOC di kabupaten/kota terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi, memantau kondisi di lapangan, serta memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan prioritas utama pemerintah saat ini adalah mengembalikan fungsi rumah sakit di wilayah terdampak agar dapat kembali memberikan pelayanan secara optimal.

“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Kemenkes menargetkan seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lama dalam satu minggu. Pemulihan terutama diarahkan pada layanan esensial seperti operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

RSUD Nagekeo dan Ruteng Jadi Perhatian

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng menjadi dua fasilitas kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih.

Untuk memperkuat pelayanan di dua lokasi tersebut, Rumah Sakit Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi serta Emergency Medical Team (EMT) telah bergerak pada 16 Agustus.

Tim EMT tersebut terdiri atas dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi.

“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini,” kata Budi.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes juga menyiapkan satu set Rumah Sakit Mobil yang akan dikirim pada Senin (17/8/2026).

Rumah Sakit Mobil tersebut dilengkapi fasilitas operasi sehingga pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan bangunan rumah sakit.

21 Rumah Sakit Terdampak

Data Kemenkes menunjukkan terdapat 21 rumah sakit yang terdampak gempa di NTT.

Sebanyak 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, empat rumah sakit beroperasi sebagian, sementara satu rumah sakit belum dapat beroperasi.

Dari sisi kerusakan, tiga rumah sakit tercatat mengalami kerusakan berat, enam rusak ringan, dan 12 rumah sakit tidak mengalami kerusakan struktur.

Kondisi fasilitas kesehatan tingkat pertama juga menjadi perhatian. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum dapat beroperasi.

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi setidaknya untuk memberikan pelayanan dasar dalam waktu dua minggu.

Pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi sejumlah layanan yang diprioritaskan selama masa pemulihan.

Logistik Kesehatan Dikirim

Selain mengerahkan tenaga medis dan fasilitas kesehatan darurat, Kemenkes juga mengirimkan berbagai kebutuhan logistik.

Pada 16 Agustus 2026, pemerintah mendistribusikan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket Emergency Kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 unit oksigen konsentrator, serta dua unit tenda pos kesehatan.

Sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan.

Kemenkes turut mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di wilayah terdampak.

Pemulihan layanan kesehatan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien dalam beberapa hari ke depan.

Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas untuk memastikan tenaga medis, obat-obatan, alat kesehatan, serta fasilitas pendukung tersedia di wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah berharap pemulihan fasilitas kesehatan dapat berlangsung cepat sehingga masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh layanan medis, meski sejumlah rumah sakit dan puskesmas masih dalam proses perbaikan.