Teknologi

Alat Berat Bergerak ke Flores, PU Bersihkan Longsoran yang Tutup Jalan Nasional

11
×

Alat Berat Bergerak ke Flores, PU Bersihkan Longsoran yang Tutup Jalan Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsoran yang menutup dan mengganggu badan jalan nasional di Pulau Flores.

 

Berdasarkan berita resmi Kementerian PU yang diterbitkan pada 15 Agustus 2026, gempa terjadi sekitar pukul 05.00 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.

 

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

 

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody.

 

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU langsung melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur di sejumlah ruas jalan nasional.

 

Dari pemantauan awal, ditemukan sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional. Longsoran tersebut tersebar di beberapa ruas, antara lain Malwatar–Bts Kota Ruteng, Ruteng–Km 210, Ruteng–Reo–Kedindi, Km 210–Bts Kabupaten Manggarai, Gako–Aigela–Bts Kota Ende, Danga–Maropokot, Kota Ende–Wolowaru, serta Wolowaru–Maumere.

 

Alat Berat Dikerahkan

Untuk menjaga konektivitas dan memastikan jalan tetap dapat dilalui, Kementerian PU mengerahkan alat berat ke sejumlah titik terdampak.

 

Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi. Sementara di wilayah PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk menangani material longsoran.

 

Pada wilayah PPK 4.1, dua unit loader juga telah menuju lokasi. Selain itu, satu unit excavator disiagakan di Ende.

 

Alat-alat tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup atau mengganggu badan jalan.

 

Upaya ini menjadi penting untuk menjaga akses masyarakat sekaligus mendukung mobilitas tim gabungan dalam menangani dampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

 

Pemeriksaan Infrastruktur Masih Bertahap

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan, petugas untuk sementara memprioritaskan pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan.

 

Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena petugas masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah potensi gempa susulan.

 

Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui data kerusakan di lapangan seiring kondisi yang memungkinkan.

 

Penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen. Fokusnya adalah memastikan jalan nasional di wilayah terdampak dapat kembali berfungsi dan mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan masyarakat pascagempa.

 

Menteri PU juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana dan memastikan Kementerian PU akan terus mendukung penanganan di lapangan sesuai kebutuhan.

 

Dengan alat berat yang telah dikerahkan, pemerintah kini mengejar pembukaan kembali ruas-ruas jalan yang terdampak longsor, sembari tetap mengutamakan keselamatan petugas di tengah kemungkinan terjadinya gempa susulan.