KesehatanPeristiwa

Empat Bendungan Tetap Aman, PU Kini Fokus Atasi Gangguan Air Bersih Pascagempa NTT

8
×

Empat Bendungan Tetap Aman, PU Kini Fokus Atasi Gangguan Air Bersih Pascagempa NTT

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Empat bendungan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan tetap aman setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Namun, dampak gempa justru mengganggu sejumlah infrastruktur sumber daya air dan layanan air bersih masyarakat.

 

Berdasarkan berita resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang diterbitkan 15 Agustus 2026, pemantauan dilakukan terhadap sejumlah infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan, sungai, jaringan irigasi hingga sistem penyediaan air minum (SPAM).

 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kesiapsiagaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan infrastruktur tetap aman sekaligus menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat.

 

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi,” kata Dody.

 

Empat Bendungan Terpantau Aman

Berdasarkan pemeriksaan awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, empat bendungan yang berada di wilayah terdampak, yakni Bendungan Raknamo, Tilong, Lokojange, dan Rotiklot, terpantau aman.

 

Pemeriksaan visual terhadap tubuh bendungan, puncak bendungan, spillway, bangunan pendukung, hingga area sekitar bendungan tidak menunjukkan adanya perubahan kondisi akibat gempa.

 

Meski demikian, kondisi sejumlah infrastruktur sumber daya air lainnya membutuhkan penanganan.

 

Dampak gempa ditemukan pada saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saluran tersebut tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi dari tebing di sisi saluran.

 

Kondisi tebing yang relatif terjal dan masih terdapat material lepas juga membuat lokasi tersebut berpotensi mengalami longsor susulan, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

 

Longsoran Ganggu Air Bersih

Dampak lain terjadi ketika longsoran menutup alur sungai di sejumlah titik. Kondisi tersebut turut mengganggu sistem penyediaan air minum masyarakat.

 

Material tanah yang masuk ke sistem membuat air yang sebelumnya bersih berubah menjadi keruh hingga berwarna cokelat.

 

“Memang di beberapa titik di Manggarai dan beberapa tempat lainnya, gempa menyebabkan longsoran di sana-sini. Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu,” ujar Dody.

 

Menurutnya, pemulihan layanan air bersih menjadi salah satu prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

 

Kementerian PU kemudian memperkuat tim di lapangan untuk menangani dampak pada sungai sekaligus mempercepat pemulihan layanan air bersih.

 

“Dirjen Sumber Daya Air akan segera berangkat didampingi teman-teman Balai Teknik Sungai, agar penanganan sungai di beberapa kabupaten bisa lebih cepat dan efisien, serta kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera tercukupi,” kata Dody.

 

Tangki Air Disiapkan

Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan, Kementerian PU juga mulai menyiapkan tangki-tangki air.

 

Penempatan dan distribusi tangki akan dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama infrastruktur yang terdampak masih dalam proses penanganan.

 

Selain layanan air bersih, Kementerian PU melalui BBWS Nusa Tenggara II terus memantau jaringan irigasi dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya.

 

Pemantauan dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan sekaligus mempercepat pemulihan fungsi layanan yang terdampak gempa.

 

Kementerian PU juga menyiagakan personel dan peralatan di wilayah terdampak serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

 

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan potensi gempa susulan dan keselamatan petugas.

 

Dengan empat bendungan utama yang tetap terpantau aman, perhatian Kementerian PU kini diarahkan pada infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat, terutama saluran irigasi, alur sungai, dan layanan air bersih yang terdampak longsoran pascagempa.