Teknologi

Indonesia Mulai Serius Bangun Teknologi Roket, Target Uji Terbang 2029

8
×

Indonesia Mulai Serius Bangun Teknologi Roket, Target Uji Terbang 2029

Sebarkan artikel ini

Bogor, Warganet – Indonesia mulai memperkuat penguasaan teknologi roket. Pengembangan roket dua tingkat menjadi salah satu fokus riset teknologi roket nasional dengan target uji terbang pada 2029.

Sejumlah teknologi kunci disiapkan secara bertahap, mulai dari motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol hingga telemetri.

Melansir laman resmi BRIN yang diterbitkan Kamis (20/8/2026), peta jalan pengembangan roket dua tingkat telah disusun berdasarkan evaluasi capaian teknologi terkini. Penyesuaian tahapan dilakukan untuk memastikan penguasaan teknologi kunci, terutama sistem kontrol dan telemetri.

Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, menjelaskan bahwa peta jalan tersebut disusun berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan teknologi yang telah dicapai.

“Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan,” jelas Arif.

Pada 2026, tim menargetkan penyelesaian desain keseluruhan roket dua tingkat sekaligus desain sistem separasi. Dukungan Program Riset Invitasi Strategis (PRIS) digunakan untuk mengembangkan motor roket RX 450 yang memiliki jangkauan 100 kilometer.

Tahapan berlanjut pada 2027 melalui Critical Design Review (CDR) roket dua tingkat, uji statis motor roket berperforma tinggi, serta uji terbang sistem separasi.

Pada 2028, BRIN menargetkan uji terbang roket tingkat pertama dan tingkat kedua secara terpisah. Pengujian tersebut menjadi persiapan sebelum uji terbang roket dua tingkat secara utuh pada 2029.

Selain pengembangan roket, BRIN juga tengah mendorong pembangunan bandar antariksa. Saat ini terdapat dua mitra investor strategis yang aktif bergerak, masing-masing berfokus pada segmen roket besar dan roket kecil.

BRIN menargetkan penyelesaian desain dasar bandar antariksa pada 2026. Tahap berikutnya mencakup pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar, seiring proses penyelesaian regulasi dan kerja sama dengan negara mitra.

Pengembangan roket dua tingkat dan pembangunan bandar antariksa menjadi bagian dari upaya BRIN memperkuat kemandirian teknologi penerbangan dan keantariksaan nasional.