Regional

Rumah Pompa Grogol Tak Hanya Atasi Air, Kini Dilengkapi Biopori Jumbo dan Hidroponik

10
×

Rumah Pompa Grogol Tak Hanya Atasi Air, Kini Dilengkapi Biopori Jumbo dan Hidroponik

Sebarkan artikel ini

Jakarta Barat, Warganet – Rumah Pompa Grogol di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, kini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari infrastruktur pengelolaan air. Halaman fasilitas tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan melalui biopori jumbo dan tanaman hidroponik.

 

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat membuat dua lubang biopori jumbo sekaligus mengembangkan tanaman hidroponik di halaman Rumah Pompa Grogol, Kamis (27/8/2026).

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026), Sekretaris Kelurahan Grogol Hartati mengatakan keberadaan biopori jumbo tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Dua lubang biopori yang dibuat memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman mencapai dua meter. Ukuran tersebut membuat lubang biopori memiliki kapasitas lebih besar dalam mendukung proses pengolahan sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.

 

“Lubang biopori yang dibuat memiliki diameter sekitar satu meter dan kedalaman dua meter,” kata Hartati sesuai keterangan yang diterima.

 

Menurut Hartati, lubang tersebut nantinya dapat mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi kompos. Pada saat yang sama, keberadaan biopori juga membantu meningkatkan kapasitas resapan air di kawasan yang cukup padat permukiman.

 

Konsep tersebut sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah organik sejak dari sumber. Sampah yang sebelumnya berakhir sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses penguraian di dalam biopori.

 

“Ini dapat meningkatkan kesuburan dan kualitas tanah, menjaga ketersediaan air tanah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” ujar Hartati.

 

Tidak berhenti pada biopori, halaman Rumah Pompa Grogol juga dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hidroponik.

 

Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan lingkungan di sekitar fasilitas rumah pompa. Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya identik dengan infrastruktur pengelolaan air juga memiliki fungsi tambahan sebagai ruang yang mendukung kegiatan lingkungan.

 

Pengembangan biopori jumbo dan hidroponik ini menunjukkan bahwa fasilitas publik dapat dimanfaatkan untuk menjalankan lebih dari satu fungsi. Selain mendukung pengelolaan air, lingkungan sekitar rumah pompa dapat menjadi ruang edukasi dan praktik sederhana mengenai pengelolaan sampah organik, konservasi air tanah, serta penghijauan.

 

Ke depan, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar pengelolaan sampah organik dan penghijauan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar Rumah Pompa Grogol.