Tangerang Selatan, Warganet – Program Bedah Rumah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2026 telah menuntaskan perbaikan sebanyak 329 rumah tidak layak huni (RUTLH) yang tersebar di tujuh kecamatan.
Dari total tersebut, Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni mencapai 77 rumah.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, setiap rumah mendapatkan bantuan senilai Rp75 juta untuk mendukung perbaikan hunian agar menjadi lebih layak, sehat, dan aman. Dengan total 329 rumah, nilai bantuan yang dialokasikan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp24,67 miliar.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Yang kita lakukan bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Ke depan tentu kita berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangerang Selatan Aries Kurniawan mengatakan seluruh target bedah rumah tahun 2026 telah direalisasikan.
“Target bedah rumah tahun 2026 sebanyak 329 unit dan Alhamdulillah sudah terealisasikan seluruhnya,” kata Aries.
Pondok Aren Terbanyak
Sebanyak 329 rumah yang diperbaiki tersebar di tujuh kecamatan. Pondok Aren menjadi wilayah dengan alokasi tertinggi sebanyak 77 unit.
Berikut rincian penerima program Bedah Rumah Tangsel 2026:
– Pondok Aren: 77 unit
– Serpong: 56 unit
– Ciputat: 49 unit
– Pamulang: 40 unit
– Ciputat Timur: 37 unit
– Serpong Utara: 38 unit
– Setu: 32 unit
Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masyarakat miskin, serta penyandang disabilitas yang tidak produktif sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan RUTLH.
Bantuan Rp75 juta untuk setiap rumah diberikan dalam bentuk bahan bangunan dan jasa atau tenaga kerja. Artinya, bantuan tersebut tidak disalurkan kepada penerima dalam bentuk uang tunai.
Pemkot Tangsel berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman.
Dengan rampungnya 329 unit pada 2026, program Bedah Rumah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus lingkungan permukiman masyarakat Tangsel.







