Peristiwa

Baru Pertama Ikut, Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Langsung Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

11
×

Baru Pertama Ikut, Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Langsung Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Sebarkan artikel ini

Ponorogo, Warganet – Prestasi membanggakan diraih Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo. Meski baru pertama kali mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia, kelompok reog tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 besar Pelestari Budaya.

Penghargaan tersebut diterima pada acara penutupan FNRP dan Grebeg Suro 2026 di Alun-Alun Ponorogo, Senin (15/6/2026) malam. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa dan pihak sekolah yang telah mempersiapkan penampilan mereka dengan penuh semangat.

Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan proses yang dijalani para siswa membuahkan hasil yang membanggakan.

“Anak-anak memang luar biasa. Ini menjadi langkah awal yang baik bagi mereka untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Dalam penampilannya, Reyog Garudo Djoyo Manggolo membawakan kisah perjalanan Prabu Klono Sewandono yang hendak melamar putri Kerajaan Daha. Perjalanan tersebut diwarnai pertarungan dengan Raja Singa Barong yang digambarkan melalui gerakan tari penuh semangat, gagah, dan atraktif.

Pertunjukan semakin memukau dengan iringan gamelan khas Jawa yang terdiri dari kendang, gong, kenong, kethuk, hingga slompret. Paduan musik tradisional tersebut menghadirkan suasana yang meriah sekaligus memperkuat nilai budaya dalam setiap adegan yang ditampilkan.

Festival Nasional Reog Ponorogo 2026 diikuti sekitar 32 grup reog dari berbagai daerah dan berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Juni 2026. Ajang tahunan ini menjadi salah satu festival budaya terbesar di Indonesia yang turut menarik perhatian masyarakat dan pecinta seni tradisional.

Keberhasilan Reyog Garudo Djoyo Manggolo menembus 10 besar pada debutnya menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berperan aktif dalam menjaga sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.