Pendidikan

Belajar Bukan Sekadar Menghafal, Ini Pendekatan yang Didorong FITK UIN Raden Fatah

4
×

Belajar Bukan Sekadar Menghafal, Ini Pendekatan yang Didorong FITK UIN Raden Fatah

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Belajar tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Peserta didik juga perlu memahami konsep, berpikir kritis, melakukan refleksi, dan mampu menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan nyata. Pendekatan inilah yang didorong Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di madrasah dan sekolah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Nasional bertajuk “Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah dan Sekolah” yang digelar FITK UIN Raden Fatah bekerja sama dengan Direktorat Kurikulum, Sarana Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI di Auditorium Hotel Emilia Palembang, Ahad (18/10/2026).

Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Muhammad Fauzi, M.Ag., mengatakan transformasi pedagogik di era digital diperlukan agar pembelajaran tidak sekadar menjadi proses transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk nalar kritis dan karakter peserta didik.

“Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan transformatif bagi pendidik masa kini. Kerja sama antara FITK UIN Raden Fatah dan Direktorat KSKK Kemenag RI ini merupakan komitmen nyata kami dalam mengawal kualitas pendidik di madrasah dan sekolah,” ujar Fauzi.

Ia berharap proses belajar dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga mampu menganalisis, berefleksi, dan memecahkan masalah nyata di masyarakat.

Pendekatan pembelajaran mendalam tersebut dibahas melalui materi penyusunan modul ajar, integrasi teknologi interaktif, hingga evaluasi pembelajaran berbasis hibrida. Materi ini diarahkan untuk membantu pendidik merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman dan keterlibatan aktif peserta didik.

Workshop tersebut menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi dan Sapto Abadi, M.Pd., serta melibatkan praktisi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sumatera Selatan dan tim ahli KSKK Kementerian Agama RI.

Dalam pemaparannya, Mohd. Iqbal Romzi menyoroti pentingnya membangun paradigma pendidikan yang membahagiakan. Menurut dia, komunikasi dan kerja sama antarlembaga dibutuhkan untuk menghasilkan pendidikan yang brilian, agamis, holistik, adaptif, gembira, kreatif, inovatif, dan argumentatif.

“Pendidikan diharapkan memberikan hasil yang berdampak dan juga membahagiakan bagi mereka yang menjalaninya,” ungkap Iqbal.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FITK UIN Raden Fatah, Dr. Alimron, M.Ag., mengatakan penerapan pembelajaran mendalam membutuhkan desain kurikulum yang adaptif serta metodologi pengajaran yang dapat dievaluasi secara terukur.

“Melalui lokakarya ini, para dosen dan utusan guru diharapkan mampu menyusun paradigma pembelajaran yang mendorong analisis tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS) serta keterlibatan aktif peserta didik,” tutur Alimron.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Mukti Ali, M.Pd.I., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi keagamaan negeri, Kementerian Agama, organisasi profesi guru, sekolah, dan madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Menurut Mukti Ali, sinergi lintas lembaga menjadi salah satu kunci agar inovasi pembelajaran dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi pendidik maupun peserta didik di Sumatera Selatan.

Melalui workshop ini, FITK UIN Raden Fatah berharap penerapan pembelajaran mendalam dapat memperkuat proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, karakter, dan keterampilan peserta didik dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Kegiatan ini dihadiri Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang Dr. Muhammad Fauzi, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Alimron, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. Amaliah Hasanah, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. H. Mukti Ali, M.Pd.I., narasumber Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi dan Sapto Abadi, M.Pd., perwakilan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, praktisi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sumatera Selatan, para kepala madrasah, guru, serta dosen dan akademisi dari UIN Raden Fatah Palembang maupun perguruan tinggi mitra di Sumatera Selatan. (*)