Ekonomi Dan BisnisRegional

Bogor Siapkan Roadmap Pasar Karbon, Program Tanam 45 Ribu Pohon Diarahkan Bernilai Ekonomi

8
×

Bogor Siapkan Roadmap Pasar Karbon, Program Tanam 45 Ribu Pohon Diarahkan Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Cibinong, Warganet – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan roadmap pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari strategi ekonomi hijau daerah. Langkah tersebut dibahas Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama PT TUV Rheinland Indonesia dalam rapat di Cibinong, Senin (20/7/2026).

 

Dalam pertemuan itu, PT TUV Rheinland Indonesia memaparkan mekanisme perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi besar mengembangkan Community Based Tree Planting Carbon Program, yakni program penanaman pohon berbasis masyarakat yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari penyerapan emisi karbon.

 

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, Pemkab Bogor telah menjalankan program penghijauan secara masif dan terstruktur dengan total sekitar 45 ribu pohon yang telah ditanam.

 

“Fokus kami membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon merupakan nilai tambah yang bisa dikembangkan di masa mendatang,” ujar Rudy.

 

Menurutnya, program penghijauan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki nilai ekonomi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Karena itu, Rudy meminta seluruh perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia segera menyusun kajian lahan, inventarisasi vegetasi, serta roadmap pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor.

 

Ia menegaskan, roadmap tersebut diperlukan agar Kabupaten Bogor memiliki arah yang jelas dalam pengembangan ekonomi hijau, mulai dari pengukuran emisi, penyerapan karbon, proses registrasi hingga peluang perdagangan karbon di bursa nasional.

 

“Dengan roadmap yang jelas, kita ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor memiliki manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Mukhsin Safiq dari PT TUV Rheinland Indonesia menyatakan kesiapan pihaknya mendukung Pemkab Bogor dalam pengukuran emisi serta penyusunan program pasar karbon yang terukur dan sesuai standar.

 

Menurutnya, integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional.

 

Melalui langkah ini, Kabupaten Bogor mulai mempersiapkan diri memanfaatkan potensi pasar karbon sebagai instrumen pembiayaan hijau sekaligus mendukung pembangunan rendah emisi di tingkat daerah.