Pertanian

Bukan Hanya Panen Sayur, Urban Farming di Sekolah Dibidik Bentuk Karakter Siswa

3
×

Bukan Hanya Panen Sayur, Urban Farming di Sekolah Dibidik Bentuk Karakter Siswa

Sebarkan artikel ini

Jaktim, Warganet – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) terus mendorong pengembangan urban farming di lingkungan sekolah. Melalui website resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, program ini disebut tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan produktif.

Hal itu disampaikan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur, Taufik Yulianto, dalam kegiatan Roadshow FKKS di SMAN 14 Jakarta, Jalan SMAN 14, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Selasa (28/7).

Taufik mengatakan, pengembangan urban farming di sekolah diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru, kepala sekolah, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.

“Kami berharap kehadiran kami di sekolah-sekolah dapat memberikan kontribusi yang positif, baik untuk siswa, komite, kepala sekolah maupun masyarakat sekitar, terutama dalam memanfaatkan lahan-lahan yang ada di sekolah untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil,” kata Taufik.

Menurutnya, urban farming dapat menjadi pilihan kegiatan produktif bagi peserta didik di samping pendidikan formal yang diterima di sekolah. Pihaknya juga telah menginventarisasi sekolah-sekolah yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi urban farming, sekaligus menghimpun berbagai masukan terkait teknologi budidaya, pemasaran hasil, hingga penguatan kapasitas guru dan siswa.

“Sebelumnya, juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sekolah-sekolah, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta media. Dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan workshop yang diikuti seluruh sekolah di Jakarta Timur. Alhamdulillah, antusiasme sekolah sangat positif. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik,” ungkapnya.

Taufik menambahkan, pihaknya akan memilih lokasi unggulan di setiap kecamatan untuk dijadikan percontohan pemanfaatan lahan sekolah secara optimal. Program tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pendampingan dan penyuluhan.

Sementara itu, Ketua FKKS Jakarta Timur, Syamsul Bahri, menjelaskan roadshow yang saat ini berlangsung merupakan kegiatan ke-9 dari 10 kecamatan di Jakarta Timur. Selain membahas pengembangan urban farming, kegiatan tersebut juga menyoroti pengelolaan sampah, pencegahan tawuran, perundungan (bullying), serta kemajuan sekolah.

“Melalui roadshow bersama Satpol PP dan Kesbangpol, kami berupaya mengurangi tawuran dan bullying. Selanjutnya kami akan bekerja sama dengan KPKP dan BNN untuk memperkuat pembinaan di sekolah,” ujarnya.

FKKS Kota Jakarta Timur menargetkan program tersebut dapat menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK di Jakarta Timur.

“Insyaallah kami akan lakukan secara merata tanpa pilih kasih selama masih dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.