Nasional

Gempa Susulan di Sigi Capai 1.349 Kali, BNPB dan Pemkab Sigi Percepat Pembangunan Huntara Tahap Pertama

2
×

Gempa Susulan di Sigi Capai 1.349 Kali, BNPB dan Pemkab Sigi Percepat Pembangunan Huntara Tahap Pertama

Sebarkan artikel ini

SIGI, Warganet – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat  sebanyak 1.349 gempa susulan terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sejak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada 16 Juni 2026.

Di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, upaya pemulihan bagi warga terdampak mulai memasuki tahap baru. Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BNPB memulai pembangunan hunian sementara (huntara) tahap pertama melalui peletakan batu pertama di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Rabu (24/6).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa (23/6) pukul 24.00 waktu setempat, dari total 1.349 gempa susulan yang terjadi, sebanyak 49 gempa dirasakan masyarakat. Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 5,3.

Meski demikian, BMKG menyebut aktivitas gempa susulan menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari awal setelah gempa utama.

Pembangunan huntara tahap pertama dilakukan setelah pemerintah daerah menetapkan daftar penerima bantuan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data. Bupati Sigi telah menerbitkan Surat Keputusan Berita Acara Nama dan Alamat (BNBA) penerima bantuan sebanyak 50 unit huntara.

Sementara itu, proses pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan untuk tahap berikutnya masih terus berlangsung.

BNPB juga melaporkan sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis dan kini dilaporkan telah pulih serta kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dari sisi kerusakan, data sementara menunjukkan sebanyak 2.533 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.

Gempa juga merusak 110 rumah ibadah yang terdiri dari 29 masjid dan 81 gereja. Selain itu, terdapat kerusakan pada 19 gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati dan Bapperinda, 35 bangunan sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, serta enam fasilitas umum lainnya.

BNPB menegaskan data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil verifikasi teknis terhadap kondisi struktur bangunan.

Selain pembangunan huntara, berbagai upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Pada Rabu (24/6), perbaikan infrastruktur darurat berupa pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih mulai dilaksanakan di Kecamatan Nokilalaki dengan dukungan pendanaan dari PUM Sulawesi Tengah.

Tim gabungan juga melakukan pembukaan bendung alami yang terbentuk akibat longsoran pascagempa di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora. Material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai dibersihkan menggunakan jet water guna mengurangi risiko banjir bandang saat hujan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya mengingatkan agar ancaman bencana susulan tidak diabaikan.

“Masalah potensi banjir bandang jangan dilupakan. Kalau kemudian hujan lalu air tertahan oleh material longsoran di atas, kemudian bisa terjadi banjir bandang dan muncul korban baru,” ujar Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak pada 19 Juni lalu.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sigi masih menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 16 hingga 30 Juni 2026.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri dan berbagai unsur terkait terus melakukan pendampingan selama masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Di sisi lain, kebutuhan logistik dasar masyarakat dilaporkan masih mencukupi hingga akhir masa tanggap darurat. Pelayanan kesehatan di posko-posko kesehatan juga tetap disiagakan untuk melayani warga terdampak.

Untuk memperkuat penanganan darurat, BNPB kembali menyalurkan bantuan tahap III berupa mobil dapur umum lapangan, handy talky, tenda pengungsi, motor trail, pompa alkon, paket sembako, tenda keluarga, matras dan selimut kepada sejumlah instansi dan BPBD di Sulawesi Tengah.(***)