Lubuklinggau, Warganet – Pemilihan Ketua RT 05 di Kelurahan Tanjung Raya, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menghadirkan cerita unik yang jarang terjadi dalam pesta demokrasi tingkat lingkungan.
Dua kandidat yang bersaing, M. Isbandi (Aan) dan Alpian Bakardin, memperoleh jumlah suara yang sama setelah proses pemungutan suara selesai. Hasil imbang tersebut membuat warga harus mencari cara untuk menentukan pemenang.
Alih-alih menggelar pemungutan suara ulang, kedua calon bersama warga sepakat menentukan Ketua RT melalui cara sederhana namun penuh sportivitas, yakni dengan suit (suwit) yang dilakukan secara terbuka di hadapan masyarakat.
Momen yang berlangsung santai itu mengundang perhatian warga yang hadir. Dalam suit penentuan tersebut, M. Isbandi berhasil keluar sebagai pemenang dan resmi ditetapkan sebagai Ketua RT 05 terpilih.
Peristiwa unik itu kemudian menjadi perbincangan di media sosial setelah diunggah akun Instagram @wartakertas.id, Kamis (11/6). Beragam komentar bermunculan, sebagian besar memuji sikap dewasa kedua kandidat dan warga yang menerima hasil dengan lapang dada.
“Seru ya. Kalau di tempatku sini malah pada nolak kalau disodorin jadi RT. Boroi mau saling bersaing, ada yang bersedia aja udah syukur,” tulis akun @riandyd****.
Akun @hani_nsalsa*** juga memberikan apresiasi terhadap kedua kandidat. “Keren mereka, sungguh dewasa dalam berpolitik, kalah sportif menang tak lupa diri,” komentarnya.
Sementara itu, akun @doni_w***s menilai suasana pemilihan berlangsung sehat dan jauh dari praktik politik uang. “Kelihatan pemilu tanpa uang. Kalah pun masih bisa tertawa,” tulisnya.
Tak sedikit pula yang mengaku senang melihat proses demokrasi yang berlangsung damai. “Gitu kan enak liatnya,” tulis akun @pak_ph**** disertai emoji tepuk tangan.
Beragam respons tersebut menunjukkan bahwa warganet tidak hanya menganggap peristiwa itu unik, tetapi juga melihatnya sebagai contoh sportivitas dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ketika kotak suara tak mampu menentukan pemenang, suit justru menjadi jalan tengah yang diterima semua pihak tanpa menimbulkan perselisihan.







