Manggarai, Warganet – Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan santunan dilakukan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai pada Minggu (16/8/2026).
Melansir akun Instagram resmi Kementerian Sosial RI (@kemensosri) pada Minggu (16/8/2026), untuk sementara santunan diberikan kepada dua ahli waris atas nama Antonius dan Aprilianus. Masing-masing menerima santunan sebesar Rp15 juta, sehingga total santunan yang diserahkan mencapai Rp30 juta.
Berdasarkan data penanganan bencana hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.21 WITA, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga.
Sebanyak 5.659 jiwa mengungsi. Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 51 orang dan 137 orang mengalami luka-luka.
Selain santunan, Agus Jabo menyerahkan bantuan logistik kedaruratan berupa kids wear, family kit, pakaian, kasur, dan selimut.
Kemensos juga menyerahkan 1.000 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Untuk mempercepat penanganan, Kemensos menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi.
Total nilai dukungan logistik tersebut mencapai sekitar Rp4,5 miliar lebih.
Kemensos juga menyalurkan 48 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa.
Agus Jabo menegaskan negara harus hadir sejak masa tanggap darurat hingga masyarakat terdampak dapat kembali pulih.
“Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih,” ujar Agus Jabo.
Menurut Agus, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait diperintahkan untuk secepatnya datang ke lokasi bencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Ia juga meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk sigap dalam situasi darurat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan, tenda, selimut, dan pakaian dapat segera terpenuhi.
“Kita diperintah Bapak Presiden bersama kementerian dan lembaga terkait untuk secepat-cepatnya datang ke lokasi-lokasi bencana, membantu, bergerak secepat-cepatnya apa yang mereka butuhkan, kita secepatnya bisa penuhi,” katanya.
“Kita memang harus bergotong royong antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dengan masyarakat supaya apa yang dialami oleh masyarakat itu bisa terasa ringan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan santunan yang diberikan tidak semata-mata harus dilihat dari nilainya, tetapi sebagai bentuk kehadiran dan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Jangan dilihat nilainya, tetapi bagaimana kemudian kita hadir. Pemerintah hadir, pemerintah memperhatikan apa yang menjadi masalah yang dialami oleh masyarakat, terutama korban bencana,” kata Agus.







