Ekonomi Dan BisnisTeknologi

Limbah Minyak Jelantah Bisa Jadi Sumber Cuan, Ini Upaya Fakultas Vokasi UNY

7
×

Limbah Minyak Jelantah Bisa Jadi Sumber Cuan, Ini Upaya Fakultas Vokasi UNY

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, warganet – Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendorong pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Gunungkidul. Program ini memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci pakaian dan pembersih perabotan rumah tangga sebagai penerapan prinsip green economy dan ekonomi sirkular.

 

Koordinator Program Studi Manajemen Pemasaran FV UNY, Dr. Sri Rahayu, M.M., menjelaskan minyak jelantah merupakan minyak nabati yang telah digunakan berulang kali sehingga tidak lagi layak dikonsumsi. Menurutnya, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan sehingga perlu dikelola dengan baik.

 

“Minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan limbah secara bertanggung jawab dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha,” ujarnya.

 

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun padat yang dapat dimanfaatkan untuk mencuci pakaian maupun membersihkan peralatan rumah tangga. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, produk yang dihasilkan juga memiliki potensi dikembangkan sebagai usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

 

Mengutip situs resmi Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (22/7/2026), kegiatan tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui edukasi dan praktik pengolahan limbah rumah tangga, masyarakat didorong menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular di tingkat lokal.

 

Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, M.M. Ia mengapresiasi kontribusi dosen Program Studi Manajemen Pemasaran FV UNY dalam memberdayakan masyarakat melalui program yang berdampak nyata.

 

Menurut Agus Mantara, pelatihan pengolahan minyak jelantah tidak hanya menjadi solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki efek berganda terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi embrio lahirnya usaha-usaha baru berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga secara tidak langsung turut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.

 

Ia berharap sinergi antara Fakultas Vokasi UNY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang inovatif guna mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Kemandirian Masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Fakultas Vokasi UNY menegaskan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai guna, masyarakat diharapkan tidak hanya berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.