Jakarta, Warganet – Lukisan purba berusia sekitar 67.800 tahun bakal menjadi salah satu inspirasi dalam revitalisasi Galeri Nasional. Kementerian Kebudayaan ingin menghadirkan wajah baru Galeri Nasional yang tetap mempertahankan nilai sejarah bangunan sekaligus mengangkat kekayaan seni dan budaya Nusantara.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat bertemu dengan arsitek Andra Matin di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pencanangan revitalisasi Galeri Nasional sebagai ruang yang representatif untuk menyimpan sekaligus menampilkan ekspresi budaya dan karya seni anak bangsa.
Melansir laman resmi Kementerian Kebudayaan, Jumat (21/8/2026), revitalisasi Galeri Nasional tetap akan menjaga keaslian bangunan sebagai bangunan cagar budaya. Meski terdapat kemungkinan penambahan sejumlah fasilitas, konsep pengembangannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masa kini tanpa menghilangkan nilai historis bangunan.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon mengusulkan agar unsur-unsur lukisan purba ditampilkan pada fasad baru Galeri Nasional. Menurutnya, keberadaan lukisan purba dapat menjadi bagian penting dari identitas Galeri Nasional karena menunjukkan jejak awal ekspresi seni manusia di wilayah Indonesia.
Fadli menyinggung temuan lukisan purba di Muna yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun. Ia menilai keberadaan karya seni purba tersebut memiliki nilai yang sangat kuat untuk memperkenalkan sejarah panjang seni rupa Indonesia.
“Secara filosofi, lukisan purba itu adalah the beginning of art, dan the first expression of art,” ujar Fadli.
Ia mengatakan lukisan-lukisan purba tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik Galeri Nasional karena memiliki keunikan yang tidak ditemukan di negara lain. Galeri Nasional nantinya diharapkan mampu merepresentasikan khazanah seni Nusantara, mulai dari lukisan purba dari berbagai wilayah Indonesia hingga karya seni kontemporer generasi muda.
Tak hanya memperhatikan tampilan bangunan, Kementerian Kebudayaan juga mendorong peningkatan akses menuju Galeri Nasional. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan underpass yang menghubungkan Galeri Nasional dengan Stasiun Gambir.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk PT KAI dan Injourney. Konektivitas ini diharapkan memudahkan masyarakat mengakses Galeri Nasional menggunakan transportasi publik.
Fasilitas pendukung bagi pengunjung juga menjadi bagian dari perhatian dalam revitalisasi. Kementerian Kebudayaan membuka kemungkinan pemanfaatan sebagian ruang untuk fasilitas seperti restoran, kafe, maupun toko suvenir yang dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus menjadi stimulus ekonomi.
Arsitek Andra Matin turut menyoroti revitalisasi Galeri Nasional sebagai bagian dari karya arsitektur yang mengedepankan keberlanjutan, pelestarian, dan pemanfaatan bangunan cagar budaya untuk mendukung pemajuan ekosistem budaya.
Pencanangan revitalisasi tersebut diharapkan menjadikan Galeri Nasional sebagai etalase seni yang mampu mempertemukan warisan seni masa lalu dengan karya-karya kontemporer. Dengan tetap mempertahankan karakter bangunan cagar budaya, Galeri Nasional diarahkan menjadi ruang publik yang merepresentasikan perjalanan panjang seni dan kebudayaan Indonesia.







