InternasionalTeknologi

Masuk Fase Kedua, Program AI Ready ASEAN Berlanjut hingga 2028

2
×

Masuk Fase Kedua, Program AI Ready ASEAN Berlanjut hingga 2028

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Program AI Ready ASEAN memasuki fase kedua dan akan berlangsung hingga 2028. Program ini dijalankan melalui kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan ASEAN Foundation untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan kecerdasan artifisial (AI).

Kolaborasi tersebut juga bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah percepatan transformasi digital di kawasan ASEAN.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan penguasaan AI akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing bangsa pada masa depan. Karena itu, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kolaborasi dalam pengembangan talenta digital dan pemanfaatan AI secara inklusif.

“Penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI. Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” ujar Nezar dalam Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ASEAN Foundation dan Kemkomdigi di Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut Nezar, ASEAN bukan hanya kawasan yang terhubung secara geografis dan politik. ASEAN juga merupakan ekosistem digital yang memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama.

Melalui Program AI Ready ASEAN, negara-negara anggota dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi AI.

“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” katanya.

Nezar menegaskan bahwa pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas Kemkomdigi. Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis AI yang memberi manfaat nyata.

Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memenangkan AI Ready ASEAN Youth Challenge. Tim tersebut mengembangkan NOAH AI, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung manajemen kebencanaan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan Program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Menurut Piti, program tersebut kini memasuki fase kedua dan akan berlangsung hingga tahun 2028.

“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN. Program tersebut juga diharapkan memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor publik.