Teknologi

Penumpang Naik, Energi Turun! KAI Catat Efisiensi Hingga 22 Persen

5
×

Penumpang Naik, Energi Turun! KAI Catat Efisiensi Hingga 22 Persen

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan efisiensi penggunaan energi di tengah meningkatnya layanan kepada pelanggan. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, perusahaan berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 15,39 persen, sementara kebutuhan energi untuk melayani setiap pelanggan menjadi 22,05 persen lebih hemat dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Melalui rilis resminya, KAI mencatat total konsumsi energi perusahaan turun dari 11.945.467 gigajoule (GJ) pada 2024 menjadi 10.107.302 GJ pada 2025. Penurunan sebesar 1.838.165 GJ itu dicapai saat KAI tetap melayani 503.549.740 pelanggan dan mengangkut 69.571.601 ton barang sepanjang 2025.

 

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan seluruh sumber energi, baik listrik maupun bahan bakar, dikonversi ke dalam satuan gigajoule agar dapat dihitung dan dibandingkan secara akurat sesuai standar pelaporan keberlanjutan Global Reporting Initiative (GRI).

 

«“Cara sederhananya seperti menyamakan kilogram, kuintal, dan ton ke dalam satu satuan sebelum dijumlahkan. Karena listrik dan bahan bakar memiliki ukuran awal yang berbeda, semuanya lebih dahulu dikonversi ke gigajoule. Dengan begitu, KAI dapat mengetahui total energi yang benar-benar digunakan dan membandingkan tingkat efisiensinya dari tahun ke tahun,” kata Anne.»

 

Pada layanan penumpang, kebutuhan energi rata-rata turun dari 0,0263 GJ per pelanggan pada 2024 menjadi 0,0205 GJ per pelanggan pada 2025 atau lebih hemat 22,05 persen. Sementara itu, pada layanan barang, kebutuhan energi berkurang dari 0,1726 GJ menjadi 0,1453 GJ per ton barang atau meningkat efisiensinya sebesar 15,82 persen.

 

Anne menegaskan angka tersebut bukan berarti setiap pelanggan secara langsung menggunakan energi sebesar 0,0205 GJ, melainkan merupakan hasil pembagian total energi yang digunakan KAI selama setahun dengan jumlah pelanggan yang dilayani.

 

«“Angka ini bukan berarti setiap pelanggan secara langsung menggunakan energi sebesar 0,0205 GJ. Nilai tersebut diperoleh dengan membagi seluruh energi yang digunakan KAI selama setahun dengan jumlah pelanggan yang dilayani. Semakin rendah angkanya, semakin efisien energi yang digunakan untuk menghasilkan pelayanan,” ujarnya.»

 

Efisiensi juga tercermin pada intensitas energi terhadap pendapatan yang turun dari 0,3308 GJ menjadi 0,2826 GJ per Rp1 miliar atau membaik sebesar 14,57 persen. Memasuki Semester I 2026, KAI Group juga mencatat peningkatan layanan dengan melayani 258.993.359 pelanggan atau naik 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta mengangkut sekitar 32,50 juta ton barang.

 

Untuk mendukung efisiensi yang berkelanjutan, KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan total kapasitas 4.430,65 kilowatt peak. Pemanfaatan energi surya tersebut berpotensi menekan emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida setiap tahun.

 

Sejak 1 Juli 2026, KAI juga menjalankan uji terap biodiesel B50 selama tiga bulan guna menguji performa mesin, konsumsi bahan bakar, sistem penyaringan, hingga keandalan sarana operasional.

 

«“B50 memiliki kandungan biodiesel yang lebih tinggi dibandingkan B40 yang digunakan sebelumnya. Karena itu, penerapannya perlu melalui pengujian dan evaluasi teknis agar tetap sesuai dengan persyaratan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan perjalanan kereta api,” ujar Anne.»

 

Selain itu, KAI terus memperkuat efisiensi melalui digitalisasi layanan. Sepanjang Semester I 2026, fasilitas Face Recognition Boarding Gate telah digunakan lebih dari 5,5 juta pelanggan, sehingga diperkirakan menghemat sekitar 13.888 rol kertas boarding pass atau setara bahan baku sekitar 75 pohon. KAI juga menyediakan 124 fasilitas air minum gratis di 58 stasiun untuk mendorong penggunaan tumbler dan mengurangi sampah botol plastik sekali pakai.

 

Menutup keterangannya, Anne menegaskan efisiensi energi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan.

 

«“Efisiensi energi merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya perusahaan secara menyeluruh. KAI mengelola bahan bakar, listrik, kertas, air, dan kebutuhan operasional lainnya secara terukur agar pelayanan tetap andal serta dampak terhadap lingkungan dapat dikurangi secara bertahap,” tutupnya.»