Peristiwa

Siap-Siap! Festival Madiun Hijau Bakal Libatkan Ribuan Warga

5
×

Siap-Siap! Festival Madiun Hijau Bakal Libatkan Ribuan Warga

Sebarkan artikel ini

Madiun, Warganet – Pemerintah Kota Madiun terus menggaungkan kampanye pilah sampah dari rumah. Rencana peluncuran program tersebut akan ditandai dengan penyelenggaraan Festival Madiun Hijau yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Berbagai persiapan terus dilakukan, salah satunya melalui rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun di Ruang 13 Setda Kota Madiun, Senin (27/7/2026).

“Pemkot akan bikin acara Festival Madiun Hijau yang didalamnya ada kampanye pencanangan pilah dari rumah,” kata Plt Wali Kota.

Rapat koordinasi dilakukan mengingat kegiatan tersebut akan melibatkan ribuan peserta, mulai dari seluruh ketua RT dan RW di Kota Madiun, LPMK, Karang Taruna, petugas penarik gerobak sampah, penyapu jalan, hingga Pendekar Hijau yang telah dibentuk sebelumnya.

Selain kampanye pencanangan pilah sampah dari rumah, Festival Madiun Hijau juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti tarian Proklim dari sejumlah kelurahan, tarian bank sampah, permainan, fashion show, hingga pemutaran video edukasi.

Melalui website resmi Pemerintah Kota Madiun, Plt Wali Kota menegaskan bahwa gerakan pilah sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

“Sekarang memang harus pilah sampah dari rumah. Gerakan ini dari masing-masing RT untuk memilah sampah organik dan anorganik,” ujarnya.

Tak hanya memisahkan sampah organik dan anorganik, masyarakat juga didorong memilah sampah berdasarkan nilai ekonominya. Sampah yang masih memiliki nilai jual akan dimanfaatkan kembali atau dijual, sehingga hanya sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS) maupun tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Madiun menargetkan penurunan volume sampah yang masuk ke TPA hingga 30 persen.

“Untuk sarprasnya bisa menggunakan anggaran Rp10 juta per RT. Artinya, Pemkot tidak sekedar mengajak masyarakat untuk menjalankan sebuah program tetapi juga disertai anggarannya,” jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup juga akan memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Petugas dijadwalkan turun langsung ke masyarakat agar program dapat berjalan secara optimal.

“Nanti petugas juga akan mendampingi. Jadi tidak sekedarnya lalu selesai. Tapi kami berharap program ini benar-benar berjalan optimal,” pungkasnya.