OKU Selatan, Warganet – Semangat pembinaan olahraga bulu tangkis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali bergelora. Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten OKU Selatan resmi membuka Turnamen Akademi PBSI OKU Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Bulu Tangkis HOLL Muaradua, Rabu (16/7/2026).
Kejuaraan yang akan berlangsung selama empat hari, hingga 19 Juli 2026, ini diikuti sebanyak 70 atlet putra dan putri dari berbagai kelompok usia. Turnamen tersebut menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan hasil latihan yang telah dijalani selama ini.
Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Bidang Perwasitan sekaligus Ketua Turnamen PBSI OKU Selatan, Jauhari, S.IP., yang mewakili Ketua Umum PBSI OKU Selatan, Batransyah, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Jauhari menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian penting dari program pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap pertandingan merupakan kesempatan berharga bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Turnamen ini menjadi kesempatan bagi adik-adik untuk menguji kemampuan yang selama ini diasah dalam latihan. Menang ataupun kalah adalah hal yang biasa dalam olahraga. Yang terpenting adalah bertanding dengan semangat, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Jauhari.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar. Rivalitas hanya terjadi selama pertandingan berlangsung, sementara di luar lapangan seluruh atlet tetap menjalin persaudaraan sebagai sesama insan olahraga.
“Di dalam lapangan kita adalah lawan, tetapi setelah pertandingan selesai kita tetap bersaudara. Jangan pernah berkecil hati jika belum berhasil menjadi juara. Teruslah berlatih karena keberhasilan lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan,” pesannya.
Untuk menambah motivasi para peserta, panitia telah menyiapkan berbagai penghargaan berupa piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para juara di setiap nomor yang dipertandingkan. Menariknya, perebutan posisi juara ketiga tetap akan dimainkan sehingga tidak ada sistem juara tiga bersama.
Turnamen Akademi PBSI OKU Selatan ini diharapkan menjadi ajang lahirnya bibit-bibit pebulu tangkis potensial yang mampu membawa nama daerah berprestasi di berbagai kejuaraan.
PBSI OKU Selatan menargetkan para atlet muda yang tampil dalam turnamen ini dapat berkembang hingga mampu bersaing pada ajang tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Kami ingin adik-adik memiliki cita-cita yang tinggi. Jangan puas hanya menjadi juara di tingkat kabupaten. Teruslah berlatih agar suatu saat mampu mewakili OKU Selatan di Porprov, PON, bahkan membawa nama Indonesia di kejuaraan internasional,” tutup Jauhari.(SR)






