KesehatanResep Kuliner

Menjaga Resep Nenek Moyang: Kisah di Balik Dokumentasi Ramuan Herbal Suku Komering

3
×

Menjaga Resep Nenek Moyang: Kisah di Balik Dokumentasi Ramuan Herbal Suku Komering

Sebarkan artikel ini

OKU Timur, Warganet – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan pengobatan modern, masih ada sekelompok masyarakat yang setia menjaga warisan leluhur berupa ramuan herbal tradisional. Bagi masyarakat Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, ramuan herbal bukan sekadar obat alami, melainkan bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Kesadaran akan pentingnya menjaga pengetahuan tersebut mendorong lahirnya buku Ramuan Herbal Tradisional Suku Komering Ogan Komering Ulu Timur, sebuah karya yang mendokumentasikan berbagai pengetahuan lokal yang selama ini hidup dalam ingatan masyarakat dan diturunkan secara lisan.

 

Buku tersebut menjadi salah satu hasil dari kegiatan Diskusi Kebudayaan bertema “Dokumentasi dan Pelestarian Ramuan Herbal Tradisional Suku Komering Ogan Komering Ulu Timur” yang digelar pada Senin (1/6/2026) di Desa Tunas Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

 

Bagi Khoiril Sabili, salah satu penulis buku sekaligus penyelenggara kegiatan, dokumentasi ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mencatat jenis-jenis ramuan herbal. Menurutnya, setiap ramuan menyimpan cerita tentang hubungan masyarakat Komering dengan alam yang telah terjalin selama ratusan tahun.

 

“Masyarakat Komering memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam. Sungai, kebun, dan hutan bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga ruang belajar tentang kesehatan dan keseimbangan tubuh,” ujarnya.

 

Ia menuturkan, banyak pengetahuan mengenai tanaman obat yang selama ini hanya diwariskan melalui cerita orang tua kepada anak-anak mereka. Jika tidak segera didokumentasikan, pengetahuan tersebut berisiko hilang seiring berkurangnya generasi yang masih menguasainya.

 

Lebih dari itu, buku ini juga diharapkan mampu membangkitkan nostalgia masyarakat terhadap kehidupan kampung halaman. Aroma dedaunan yang direbus, racikan herbal yang dibuat oleh orang tua atau nenek di dapur rumah, hingga kebiasaan memanfaatkan tanaman sekitar sebagai obat menjadi bagian dari kenangan yang akrab bagi banyak keluarga Komering.

 

“Buku ini juga menjadi bentuk nostalgia bagi para pembaca terhadap kenangan saat berada di rumah,” kata Khoiril.

 

Dalam kehidupan masyarakat Komering, ramuan herbal tidak hanya digunakan untuk menjaga kesehatan. Di balik setiap racikan terdapat nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari cara hidup masyarakat yang diwariskan lintas generasi.

 

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Lembaga Pembina Adat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, H. Leo Budi Rachmadi, S.E. Adok Gelaran Batin Temunggung. Menurutnya, ramuan herbal tradisional merupakan simbol kebijaksanaan leluhur yang tidak hanya berisi pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga mengandung doa, nilai sosial, dan filosofi kehidupan.

 

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

 

Apresiasi juga diberikan kepada para penulis dan generasi muda yang terlibat dalam proses penyusunan buku. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa masih banyak anak muda daerah yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

 

Antusiasme serupa terlihat dari puluhan peserta yang menghadiri diskusi kebudayaan tersebut. Tokoh adat, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum hadir untuk berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga pengetahuan tradisional agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

 

Melalui dokumentasi ini, ramuan herbal tradisional Komering tidak lagi hanya tersimpan dalam ingatan para tetua adat atau cerita keluarga. Pengetahuan itu kini telah menjadi warisan tertulis yang dapat dipelajari, diwariskan, dan dikembangkan oleh generasi mendatang.

Di balik setiap halaman buku, tersimpan jejak kebijaksanaan leluhur yang mengajarkan bahwa kesehatan, alam, dan budaya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebuah warisan yang layak dijaga, agar resep nenek moyang tidak hilang ditelan zaman.