Pendidikan

Pelatihan Pemadaman Kebakaran Hutan Digelar di OKI, Kementerian Kehutanan Tekankan Pencegahan Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak

3
×

Pelatihan Pemadaman Kebakaran Hutan Digelar di OKI, Kementerian Kehutanan Tekankan Pencegahan Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

OKI, Warganet – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian menjelang musim kemarau. Pemerintah pun terus memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, salah satunya lewat Basic Training on Forest Fire Suppression atau Pelatihan Dasar Pemadaman Kebakaran Hutan yang digelar di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, M. Hariyanto, menegaskan pelatihan tersebut bukan hanya agenda rutin, melainkan langkah preventif jangka panjang dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Pelatihan ini  langkah taktis preventif jangka panjang,” kata Hariyanto saat pembukaan pelatihan di OKI, mengutip laman resmi kehutanan akhir pekan lalu.

Selain peran pemerintah dan perusahaan, masyarakat juga memiliki andil penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Berikut lima langkah yang dapat dilakukan warga untuk membantu menekan risiko karhutla saat musim kemarau.

1. Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Membuka lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan dan lahan. Saat kondisi cuaca kering, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke area lain dan sulit dikendalikan.

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan.

2. Segera Melapor Jika Menemukan Titik Api

Asap tipis atau api kecil jangan dianggap sepele. Warga yang menemukan indikasi kebakaran di lahan, kebun maupun kawasan hutan sebaiknya segera melapor kepada pemerintah desa, petugas Manggala Agni, BPBD atau pihak berwenang lainnya.

Laporan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

3. Tidak Membuang Puntung Rokok Sembarangan

Puntung rokok yang masih menyala berpotensi memicu kebakaran, terutama di area semak belukar, lahan gambut, maupun kawasan yang vegetasinya mengering akibat musim kemarau.

Kebiasaan sederhana ini sering dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan dampak besar.

4. Ikut Mengawasi Lingkungan Sekitar

Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Peran masyarakat sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing sangat dibutuhkan.

Warga dapat saling mengingatkan, mengawasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta menjaga sumber air yang dapat digunakan saat kondisi darurat.

5. Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapsiagaan

Hariyanto menilai peningkatan kapasitas dan pengetahuan menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian karhutla. Karena itu, masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal jika menemukan titik api.

Dengan pengetahuan yang memadai, risiko kebakaran yang lebih besar dapat diminimalkan.

Hariyanto menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat.

Melalui peningkatan kewaspadaan dan kepedulian bersama, diharapkan ancaman karhutla pada musim kemarau tahun ini dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap. (***)/one