Kesehatan

Masa Emas Anak Disebut Jadi Fondasi Kehidupan, Sumsel Ingatkan Pentingnya Stimulasi dan Lingkungan Keluarga

2
×

Masa Emas Anak Disebut Jadi Fondasi Kehidupan, Sumsel Ingatkan Pentingnya Stimulasi dan Lingkungan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Masa emas anak menjadi perhatian dalam persiapan pelaksanaan Lomba Balita Indonesia 2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Juli mendatang. Ajang tersebut bukan hanya menjadi wadah apresiasi bagi balita, tetapi juga momentum untuk mengingatkan pentingnya stimulasi sejak usia dini guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bagi banyak orang tua, ukuran anak sehat sering kali masih identik dengan berat badan ideal atau kondisi fisik yang prima. Padahal, perkembangan anak pada usia balita jauh lebih luas dari sekadar angka di timbangan. Kemampuan berbicara, berinteraksi, mengenali lingkungan, hingga mengelola emosi juga menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang yang perlu mendapat perhatian.

Masa balita bahkan kerap disebut sebagai “golden age” atau masa emas. Pada periode inilah perkembangan otak berlangsung sangat pesat. Berbagai pengalaman yang diterima anak, mulai dari komunikasi dengan orang tua, permainan edukatif, hingga suasana keluarga yang hangat, akan menjadi fondasi penting bagi kehidupannya di masa depan.

Kesadaran mengenai pentingnya fase tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam rapat persiapan Lomba Balita Indonesia 2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, melaporkan rencana pelaksanaan kegiatan tersebut dalam pertemuan bersama Ketua TP PKK Sumsel.

Lomba Balita Indonesia sendiri menjadi salah satu upaya untuk mengukur sekaligus mendorong tumbuh kembang anak usia dini secara optimal. Melalui kegiatan ini, perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan anak diharapkan semakin meningkat, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Dalam arahannya, Ketua TP PKK Sumsel menekankan pentingnya menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi tumbuh kembang anak, termasuk bagi keluarga dengan orang tua yang memiliki kesibukan bekerja. Kedekatan antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu faktor penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun fasilitas lainnya.

Pesan tersebut sejalan dengan berbagai kajian tentang perkembangan anak yang menempatkan stimulasi sebagai salah satu faktor utama selain pemenuhan gizi dan layanan kesehatan. Anak yang mendapatkan perhatian, kesempatan bermain, dan komunikasi yang baik cenderung memiliki kemampuan sosial serta emosional yang lebih berkembang.

Ibarat membangun rumah, masa balita adalah tahap pemasangan pondasi. Jika pondasi dibangun dengan baik, bangunan di atasnya akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan. Namun jika pondasi kurang kokoh, berbagai masalah bisa muncul pada tahap berikutnya.

Karena itu, stimulasi tidak selalu harus dilakukan melalui metode yang rumit atau biaya yang besar. Aktivitas sederhana seperti membacakan cerita, mengajak anak berbicara, bermain bersama, atau memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dapat menjadi bentuk stimulasi yang bermanfaat bagi perkembangan mereka.

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, tantangan yang dihadapi keluarga juga semakin beragam. Kehadiran gawai memang membantu berbagai aktivitas, namun interaksi langsung antara orang tua dan anak tetap memiliki peran yang tidak tergantikan. Hubungan emosional yang terjalin melalui komunikasi dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.

Perhatian terhadap tumbuh kembang balita juga berkaitan dengan upaya menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Anak-anak yang tumbuh sehat, aktif, dan mendapatkan stimulasi yang cukup memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Melalui Lomba Balita Indonesia 2026, pemerintah daerah bersama berbagai pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya peran mereka dalam mendampingi anak sejak usia dini.

Pada akhirnya, masa emas anak merupakan periode yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang. Selain kebutuhan gizi dan kesehatan, stimulasi yang diberikan melalui perhatian, komunikasi, serta kedekatan dengan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengasuhan dan stimulasi sejak balita menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(***)/one