Berita

Bukan Hanya Prestasi, Event Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Usaha Lokal

1
×

Bukan Hanya Prestasi, Event Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Usaha Lokal

Sebarkan artikel ini

Warganet – Event olahraga bukan lagi hanya panggung adu prestasi atlet, pasalnya  satu kejuaraan saja, bisa menggerakan puluhan industri, mulai dari penyelenggara acara, fotografer, videografer, desainer komunikasi visual, pelaku UMKM kuliner, hingga kreator konten digital, bahkan semakin besar skala sebuah event olahraga, semakin luas pula dampak ekonomi yang tercipta bagi industri kreatif dan sektor pendukung lainnya.

Ramai suara tepuk tangan terdengar dari tribun pertandingan hanyalah bagian yang tampak dipermukaan arena, yang menunjukan  ada rantai ekonomi yang bekerja tanpa henti. Kamera memburu setiap momen terbaik, tim produksi menyiapkan siaran langsung, pelaku fesyen menghadirkan merchandise, UMKM melayani kebutuhan pengunjung, sementara promosi digital membuat gaung kejuaraan menjangkau audiens lintas negara.

Inilah wajah baru penyelenggaraan olahraga modern. Sebuah event olahraga kini tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi kreatif, pariwisata, dan usaha lokal. Semakin besar skala kompetisi, semakin banyak pula peluang yang tercipta bagi pelaku industri kreatif.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri AEF/Mantena Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition yang digelar bersamaan dengan Piala Gubernur DKI Jakarta, Equinara Pulomas Open 2026 di Jakarta International Equestrian Park, Sabtu (27/6/2026).

“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, event internasional seperti ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem industri kreatif yang memberikan dampak ekonomi yang luas,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga modern melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Tidak hanya penyelenggara acara, tetapi juga desain komunikasi visual, fotografi, videografi, produksi konten digital, penyiaran, fesyen, kuliner, kriya, hingga promosi destinasi wisata.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut membuat sebuah kejuaraan menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga. Setiap pertandingan menghadirkan permintaan terhadap jasa kreatif, membuka peluang usaha bagi UMKM, menciptakan lapangan kerja sementara, sekaligus memperkenalkan destinasi penyelenggara kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, keberhasilan sebuah event olahraga tidak lagi hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan pertandingan. Dampak ekonomi yang ditinggalkan bagi masyarakat dan pelaku industri kreatif menjadi indikator yang semakin penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional maupun internasional.

Teuku Riefky juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah AEF/Mantena Cup Jakarta 2026. Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan berkuda internasional tersebut menunjukkan meningkatnya pengakuan dunia terhadap kemampuan Indonesia menggelar kompetisi berstandar internasional.

“Hadirnya kejuaraan ini menjadi bukti kepercayaan dan meningkatnya pengakuan dunia terhadap kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga berkuda berstandar internasional,” katanya.

Ke depan, kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kreatif diperkirakan akan semakin kuat. Setiap event olahraga bukan hanya menjadi ruang lahirnya prestasi atlet, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang melibatkan banyak profesi, memperkuat UMKM, mempromosikan destinasi, dan membuka peluang baru bagi industri kreatif Indonesia. (***)