Pertanian

Ini Strategi Bupati Ela Jadikan Kakao Lampung Timur Makin Bernilai

8
×

Ini Strategi Bupati Ela Jadikan Kakao Lampung Timur Makin Bernilai

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur, Warganet – Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah membeberkan strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kakao melalui penguatan hilirisasi dari hulu hingga hilir. Hal itu disampaikan saat membuka Festival Kakao Lampung Timur di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara.

 

Festival yang mengusung tema “Transformasi Kakao Lampung Timur” itu menjadi upaya Pemkab Lampung Timur memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping, dan masyarakat guna membangun industri kakao yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (25/7/2026), Ela menegaskan pengembangan kakao tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Menurutnya, transformasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, hingga pemasaran agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

 

> “Kita harus terus melakukan transformasi, mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Ela.

 

Ia menilai Lampung Timur memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra kakao unggulan di Indonesia. Karena itu, petani didorong tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi juga mengembangkan berbagai produk olahan seperti cokelat, bubuk kakao, minuman cokelat, hingga aneka produk kreatif berbahan dasar kakao.

 

Ela juga mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

> “Mari kita jadikan kakao sebagai salah satu identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur dengan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.

 

Festival Kakao Lampung Timur turut menampilkan beragam varietas kakao dan produk turunannya, serta inovasi pertanian ramah lingkungan seperti pupuk organik, fungisida organik, dan pengendali hama alami untuk mendukung budidaya kakao berkelanjutan. Kegiatan juga diwarnai dengan minum cokelat bersama sebagai simbol kampanye peningkatan konsumsi produk kakao lokal.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua Forum APIK menekankan pentingnya membangun petani kakao yang mandiri melalui penerapan budidaya berkelanjutan. Forum APIK juga menyosialisasikan standar penanganan pascapanen, termasuk larangan menjemur biji kakao langsung di atas tanah, serta memperkenalkan rencana pengembangan Aplikasi Sistem APIK untuk memudahkan pendataan petani, pengelolaan keanggotaan, hingga pemantauan perkembangan sektor kakao.

 

Festival tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, kepala perangkat daerah, camat, serta berbagai organisasi dan mitra pembangunan seperti Rikolto, PBN, GIZ, KAWAN TANU, GEMA CITA, CSP, OFI, Barry Callebaut, Mars, Terve Chocolate, dan PT Tani. Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Timur berharap hilirisasi kakao semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Lampung Timur sebagai daerah penghasil kakao berkualitas.