Kesehatan

Bandung Kejar Target 3 Zero HIV 2030, Farhan Tekankan Kolaborasi Semua Pihak

7
×

Bandung Kejar Target 3 Zero HIV 2030, Farhan Tekankan Kolaborasi Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

Bandung, Warganet – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui kolaborasi lintas sektor. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, keberhasilan pengendalian HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada pendekatan medis, tetapi juga pada konsistensi, kedisiplinan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2026 di Arion Hotel Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).

 

“Yang kita lawan adalah virus HIV dan perilaku yang berisiko menularkannya. Bukan manusianya. Tidak boleh ada stigma dan diskriminasi terhadap siapa pun,” kata Farhan.

 

Menurut Farhan, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum menyatukan strategi seluruh pemangku kepentingan untuk menekan laju penularan HIV sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Baznas Kota Bandung hingga organisasi masyarakat yang selama ini aktif mendukung penanggulangan HIV/AIDS.

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 10.771 kasus HIV/AIDS secara kumulatif sejak 1991. Faktor risiko penularan terbesar berasal dari hubungan seksual heteroseksual dengan persentase 38,53 persen.

 

Farhan mengatakan, Kota Bandung telah memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 hingga Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penanggulangan AIDS. Seluruh regulasi tersebut diarahkan untuk mencapai target global 3 Zero pada 2030, yakni nol infeksi baru HIV, nol kematian akibat AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi.

 

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan regulasi sebagai dasar untuk melakukan stigmatisasi terhadap kelompok tertentu.

 

“Siapa pun selama dia manusia adalah saudara kita. Pendekatan kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Diskriminasi hanya akan membuat penanggulangan HIV/AIDS semakin sulit,” ujarnya.

 

Selain mendorong deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, Farhan kembali memperkenalkan strategi STOP yang terdiri atas Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan sebagai pendekatan utama pengendalian HIV/AIDS di Kota Bandung.

 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, mengatakan pada Selasa (28/7/2026) bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung beserta perangkat daerah, tim ahli, kelompok kerja, sekretariat KPA, dan lembaga swadaya masyarakat.

 

“Kegiatan ini merupakan amanat Keputusan Wali Kota Bandung tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung. Harapannya seluruh program penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan kasus,” tutur Asep.