Kesehatan

Pekanbaru Sediakan Tes dan Pengobatan HIV Gratis di 21 Puskesmas

6
×

Pekanbaru Sediakan Tes dan Pengobatan HIV Gratis di 21 Puskesmas

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Warganet – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS secara gratis di 21 puskesmas. Layanan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.

 

Program tersebut diberikan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan secara sukarela sekaligus pendampingan apabila ditemukan hasil positif.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Pekanbaru, Kamis (13/8/2026), Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS gratis saat ini sudah dapat diakses masyarakat di 21 puskesmas.

 

“Jadi mereka, pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,” ujar Dedy.

 

Selain puskesmas, layanan pemeriksaan HIV juga tersedia di 29 rumah sakit, empat lapas, satu rutan, klinik, BKK, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.

 

Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyediakan 31 layanan PDP, 31 layanan rujukan VL dan 10 layanan PeRP untuk mendukung penanganan HIV/AIDS.

 

Sementara itu, pengobatan bagi masyarakat yang dinyatakan positif HIV tersedia di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit yang telah ditunjuk.

 

Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV/AIDS, baik secara langsung maupun melalui media massa.

 

Masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko juga diimbau memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia. Jika ditemukan hasil positif, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan pengobatan dan pendampingan di fasilitas kesehatan.

 

Upaya pendampingan juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pendakwah, penceramah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap penanggulangan AIDS.

 

Pendampingan tersebut antara lain dilakukan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS serta mendorong pemeriksaan sukarela bagi pasangan.

 

Dedy menegaskan, Pemko Pekanbaru akan terus memperkuat sosialisasi dan edukasi sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran HIV/AIDS.

 

“Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,” ujarnya.

 

Pemko Pekanbaru berharap penanggulangan HIV/AIDS mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga kader posyandu.

 

Dengan tersedianya layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di 21 puskesmas, masyarakat Pekanbaru kini memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan HIV sekaligus mendapatkan penanganan apabila membutuhkan layanan kesehatan lebih lanjut.