Jakarta, Warganet – Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menggencarkan empat aksi kesiapsiagaan warga untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang dan berbagai risiko lingkungan. Langkah tersebut diterapkan melalui sosialisasi di 11 kelurahan.
Empat aksi yang didorong meliputi antisipasi cuaca ekstrem atau El Nino, mitigasi dan pencegahan kebakaran, gerakan hemat air, serta pemilahan dan pengolahan sampah.
Melansir portal resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Camat Tambora Pangestu Aji mengatakan seluruh aksi tersebut terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui perangkat wilayah dan berbagai unsur masyarakat.
“Ada empat aksi yang kita gencarkan, yakni antisipasi cuaca ekstrem atau El Nino, mitigasi dan antisipasi bahaya kebakaran, gerakan hemat air, dan pemilahan serta pengolahan sampah,” ujar Aji, Rabu (26/8/2026).
Untuk menghadapi potensi kemarau panjang, warga diimbau menjaga kesehatan dengan menghindari paparan langsung terik matahari, memperbanyak minum air putih, serta memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Upaya pencegahan kebakaran juga menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan tersebut. Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, mendukung operasi penertiban aliran listrik bersama PLN, serta tidak membakar sampah di lingkungan permukiman.
Dalam gerakan hemat air, masyarakat diajak membiasakan penggunaan air secara bijak. Warga dapat mematikan keran ketika tidak digunakan, menggunakan air secukupnya, dan memanfaatkan air hujan untuk menyiram tanaman maupun kebutuhan kebersihan.
Sementara untuk pengelolaan sampah, warga diminta melakukan pemilahan sejak dari rumah secara rutin. Sampah anorganik yang masih dapat dikelola juga diarahkan untuk dimanfaatkan melalui bank sampah terdekat.
“Sedangkan terkait pemilahan dan pengolahan sampah, kami terus mengimbau warga melakukan pemilahan sejak dari rumah secara rutin setiap hari serta memanfaatkan bank sampah terdekat untuk sampah anorganik,” jelas Aji.
Menurutnya, sosialisasi empat aksi tersebut melibatkan perangkat wilayah, tokoh masyarakat, pemuka agama, RT/RW, kader PKK, Dasawisma, pemuda, dan berbagai komponen masyarakat.
“Empat aksi penting ini terus kami gencarkan di 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora melalui perangkat wilayah masing-masing dan seluruh komponen masyarakat,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Kecamatan Tambora berharap masyarakat semakin siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem, sekaligus mampu mengurangi risiko kebakaran, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.







