Jakarta, Warganet – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 24 titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan hingga Selasa (9/6/2026). Selain itu, luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut sejak awal tahun mencapai 182,54 hektare. Untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB mengerahkan helikopter patroli dan helikopter water bombing di sejumlah wilayah rawan.
Di tengah mulai menguatnya musim kemarau di berbagai daerah, ancaman karhutla kembali menjadi perhatian. Ibarat bara dalam sekam, titik-titik api yang muncul di sejumlah wilayah menjadi sinyal bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur.
Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB hingga Rabu (10/6) pukul 07.00 WIB, dilaman resmi bnpb menyebutkan tidak terdapat kejadian bencana baru yang berdampak signifikan. Namun, sejumlah peristiwa karhutla dan banjir masih dalam tahap penanganan serta pemutakhiran data.
Salah satu daerah yang masih berjibaku melawan api adalah Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tim BPBD setempat bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pemadaman menggunakan dua unit mesin pompa air di lokasi terdampak.
Total luas lahan yang terbakar di dua kecamatan mencapai 98 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh area telah berhasil dipadamkan. Petugas terus bekerja agar sisa titik api tidak kembali meluas saat cuaca panas dan angin kering mendominasi.
Karhutla juga sempat terjadi di Provinsi Riau. Kebakaran yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan itu kini telah berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman dilakukan BPBD bersama instansi terkait sehingga api tidak berkembang ke area yang lebih luas.
Sementara itu, Sumatera Selatan masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Selain mencatat 24 hotspot, akumulasi luas lahan terbakar sejak awal tahun telah mencapai 182,54 hektare. Kondisi tersebut membuat upaya pengawasan dan pemadaman terus diperkuat.
BNPB menyebut dukungan operasi udara tetap disiagakan melalui helikopter patroli dan water bombing guna mempercepat pengendalian karhutla, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Di sisi lain, kabar baik datang dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Banjir yang sebelumnya dipicu hujan berintensitas tinggi dilaporkan telah surut. Sebanyak 3.367 kepala keluarga terdampak dan 3.367 rumah sempat tergenang akibat peristiwa tersebut.
BPBD bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga serta melakukan perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan. Saat ini masyarakat dilaporkan sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan meningkat dalam beberapa waktu ke depan, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Penggunaan air bersih perlu dihemat, sumber-sumber air harus dijaga, dan pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihindari.
BNPB juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan di kawasan rawan karhutla, mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api, serta mengaktifkan patroli terpadu bersama TNI, Polri, dan relawan guna mencegah kebakaran meluas. (***)/bnpb/one






