Kesehatan

Cegah Penyebaran TBC, Kelurahan Cipedak Bentuk Kampung Siaga TB

4
×

Cegah Penyebaran TBC, Kelurahan Cipedak Bentuk Kampung Siaga TB

Sebarkan artikel ini

JakSel, Warganet – Sebagai upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan masyarakat, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, membentuk Kampung Siaga TB dengan melantik 45 Kader Siaga Tuberkulosis (TB) dari RW 01 dan RW 04. Para kader diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini kasus TBC sekaligus mendampingi warga yang menjalani pengobatan hingga sembuh.

Melalui rilis resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, pelantikan 45 Kader Siaga TB digelar di Aula Kantor Kelurahan Cipedak, Rabu (29/7). Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis.

Lurah Cipedak, Sohrah Ismiati, mengatakan pelantikan tersebut bertujuan membentuk Kampung Siaga TB. Dalam program ini, kader akan membantu pemerintah, khususnya Puskesmas dan Kelurahan, untuk mendeteksi warga yang terindikasi mengidap tuberkulosis.

“Dengan adanya deteksi dini, diharapkan penyebaran penyakit dapat dikurangi. Selain itu, kader juga akan memberikan pendampingan bagi masyarakat yang sudah terdiagnosis positif agar dapat menjalani pengobatan hingga tuntas dan sembuh sepenuhnya,” ujarnya.

Sohrah berharap kehadiran Kader Siaga TB di Kelurahan Cipedak mampu menekan angka penyebaran penyakit tuberkulosis. Ia juga berharap masyarakat merasa terbantu melalui pendampingan yang diberikan, baik dalam proses penyembuhan maupun upaya deteksi dini.

Ia meminta para kader untuk selalu berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, LMK, serta kader lainnya dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Program Kampung Siaga TB bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kader semata, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Koordinasi dengan pihak Puskesmas dan Kelurahan sangatlah penting. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya, para kader diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) serta senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Sohrah.

Melalui pembentukan Kampung Siaga TB, Kelurahan Cipedak berharap deteksi dini, pendampingan pasien, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pencegahan serta memutus mata rantai penyebaran tuberkulosis di wilayah tersebut.

, pelantikan 45 Kader Siaga TB digelar di Aula Kantor Kelurahan Cipedak, Rabu (29/7). Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis.

 

Lurah Cipedak, Sohrah Ismiati, mengatakan pelantikan tersebut bertujuan membentuk Kampung Siaga TB. Dalam program ini, kader akan membantu pemerintah, khususnya Puskesmas dan Kelurahan, untuk mendeteksi warga yang terindikasi mengidap tuberkulosis.

 

«”Dengan adanya deteksi dini, diharapkan penyebaran penyakit dapat dikurangi. Selain itu, kader juga akan memberikan pendampingan bagi masyarakat yang sudah terdiagnosis positif agar dapat menjalani pengobatan hingga tuntas dan sembuh sepenuhnya,” ujarnya.»

 

Sohrah berharap kehadiran Kader Siaga TB di Kelurahan Cipedak mampu menekan angka penyebaran penyakit tuberkulosis. Ia juga berharap masyarakat merasa terbantu melalui pendampingan yang diberikan, baik dalam proses penyembuhan maupun upaya deteksi dini.

 

Ia meminta para kader untuk selalu berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, LMK, serta kader lainnya dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Program Kampung Siaga TB bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kader semata, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

 

“Koordinasi dengan pihak Puskesmas dan Kelurahan sangatlah penting. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya, para kader diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) serta senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Sohrah.

 

Melalui pembentukan Kampung Siaga TB, Kelurahan Cipedak berharap deteksi dini, pendampingan pasien, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pencegahan serta memutus mata rantai penyebaran tuberkulosis di wilayah tersebut.